Setelah itu, Archduke mengatakan bahwa dia akan memulangkan guru lebih awal malam ini agar bisa memenuhi permintaanku, lalu dia pergi denggan guru.
Aku hanya bisa menatap kepergian mereka, ada apa denganku? Sejenak aku merasa bahwa saat dia menyentuh kepalaku, auranya berubah menjadi lebih hangat dan tidak menakutkan sama sekali.
Seperti seorang ayah, apakah nanti saat aku bertemu orang tuaku yang asli didunia ini, aku juga akan merasakan perasaan yang sama seperti ini?
Tunggu, bukannya aku hanya berpindah dimensi, tubuh ini bukan milikku, segalanya yang dimiliki tubuh ini bukanlah milikku. Aku hanya seperti sebuah jiwa yang menginap ditubuh orang lain sejak lahir. Berarti dari awal aku tidak memiliki apapun di dunia ini.
Rasanya sedikit sedih, tapi itulah kenyataannya. Sudahlah tidak apa apa, lagipula saat di kehidupan sebelumnya, aku juga hanya seperti sebuah alat, sebuah alat sepertiku memang tidak berhak memiliki apapun. Karena dari awal saja sudah seperti itu, lalu untuk apa aku bersedih sekarang.
“WOII, CEWEK GORILLA!!”
“Ahhh!! Astaga bikin kaget aja, bisa tidak sih manggilnya pelan pelan aja.”
“Kau pikir sudah berapa kali aku memanggimu, haa!! Setiap kali kau selalu saja bengong dan disaat kau bengong, telingamu itu menjadi serasa tidak berfungsi, bahkan kali ini lebih parah dari sebelumnya.”
“Oh, iya kah? Hehehe, maaf maaf.”
Aku melihat kearah Sarah, wajahnya menunjukkan ekspresi khawatir.
“Sarah, kau tidak perlu melihatku seperti itu, aku baik baik saja, aku hanya sedang memikirkan tentang tujuan para iblis itu karena masih penasaran saja, jadi tidak perlu khawatir lagi oke?”
Sebenarnya bohong sih, aku tidak memikirkan tujuan para iblis itu, tapi aku berpikir tentang diriku sendiri.
“Tapi, akhir akhir ini, kau menjadi sering melamun, apakah kau yakin kau baik baik saja? Jika ada masalah kau bisa mengatakannya padaku atau pada pangeran, kau tidak perlu memendamnya sendirian, karena kita ini teman.”
Woahhhh, ternyata Sarah benar benar sangat khawatir padaku.
“Iya, kan sudah kubilang aku baik baik saja, kalau begitu aku ingin pulang dulu, untuk menyiapkan ulang tahun si kakek itu. Sarah mau ikut?”
“Apakah tidak apa apa?”
“Iya, tidak apa apa. Kai, kau ingin ikut juga atau tidak?”
“Aku tidak ikut, ada banyak pekerjaan menanti di istana, para iblis iblis ini sungguh sangat merepotkan. Tapi aku bisa mengantar kalian untuk pulang kalau kalian mau.”
“Tidak perlu, kami berdua bisa jalan kaki. Lagipula, bukankah sang pangeran ini sedang sibuk, maka cepatlah pergi.”
“Bilang saja kalau kau ingin menggunakan posisi yang tidak menguntungkan ini untuk mengusirku kan, agar bisa menikmati waktu kalian sesama wanita.”
“Kalau memang iya, lalu kau mau apa, ha? Sudah sudah sana pergilah.”
“Dasar wanita jahat.”
Setelah itu, Kai langsung pergi menuggunakan sihir teleportnya.
Aku dan Sarah berjalan menuju ke toko untuk membeli bahan bahan untuk membuat kue. Ini adalah kue pertama yang kubuat di dunia ini.
Di dunia ini, tidak ada yang namanya kue ulang tahun, jika ada seseorang yang berulang tahun maka hanya akan diadakan pesta kecil kecilan tanpa kue. Jika keluarga kerajaan yang berulang tahun, atau orang orang yang memiliki kekuasaan disini pasti akan diadakan perjamuan yang besar, tapi tetap saja tanpa kue.
Setelah itu, Sarah bilang bahwa dia ingin ijin kepada orang tuanya untuk pulang agak malam, saat aku menyadari sesuatu, yaitu iblis yang berkeliaran dan membunuh orang yang berjalan dimalam hari sendirian, sehingga aku mengusulkan agar Sarah menginap dirumahku malam ini dan untungnya orang tua Sarah mengijinkannya.
Lalu Sarah bilang bahwa dia ingin mengganti pakaiannya dulu sebelum kerumahku sambil emmbawa seragam untuk besok. Setelah itu kami berpamitan kepada orang tua Sarah.
Saat sudah sampai dirumah, aku mempersilahkan Sarah untuk masuk dan duduk.
“Emm, Ella, apakah tidak apa apa aku ikut? Rasanya seperti kurang baik kalau aku ikut disini, apakah aku tidak mengganggu?”
“Kau jangan khawatir seperti itu, lagipula, guru pasti juga senang kalau aku membawa seorang teman. Kita akan membuat kue agak nanti, aku akan membawakan beberapa camilan, jadi tunggulah sebentar.”
Aku pergi ke dapur dan mengambil camilan andalanku, yaitu keripik kentang.
Setelah memberikan camilan itu pada Sarah…
“Aku akan mengganti bajuku dulu, kau mau ikut kekamarku atau menunggu disini?”
“Camilannya sangat enak, aku ingin ikut, apakah boleh camilannya kubawa sekalian?”
“Bawa saja, tidak apa apa.”
Rasanya Sarah sudah semakin dekat denganku, tidak seperti saat bertemu pertama kali dulu.
Aku pun pergi kekamarku untuk mengganti pakaian diikuti dengan Sarah dibelakangku dengan membawa keripik kentangnya.
Aku berganti pakaian di kamar mandi sementara Sarah duduk di atas tempat tidurku, sambil melihat lihat kamarku.
Tak berapa lama setelah itu aku keluar dari kamar mandi, Sarah sedikit terkejut melihatku.
“Ella, bajumu sangat unik sekali.”
“Kalau kau ingin tertawa maka tertawa saja.”
“Tidak, bukan begitu, apakah itu nyaman dipakai?”
“Tentu saja, aku melakukan segala kegiatanku di gunung dulu dengan baju seperti ini.”
“Apakah aku boleh mencobanya juga?”
“Eh, kau juga mau? Tapi baju ini sangat jelek lho, walaupun tidak jelek jelek amat, tapi dari warna dan modelnya ini terlalu sederhana.”
“Tidak apa apa, aku ingin mencobanya, apakah boleh?”
“Kalau kau sangat ingin, aku sih tidak apa apa, aku malah akan sangat senang karena ini pertama kalinya tidak ada yang menertawaiku saat aku memakai baju ini.”
Aku memberikan satu pasang baju yang sama dengan milikku, Sarah langsung menuju kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
Tak berapa lama kemudian, Sarah keluar menggunakan baju yang kurancang sendiri. Saat kulihat, ini memang sudah kuduga…
“Baju itu model dan warnanya sangat membosankan, kau yakin memakai itu?”
“Tidak apa apa, lagipula ini rancangan dari Ella sendiri kan. Baju ini sangat nyaman dipakai walau sedikit tidak enak dipandang.”
Ughh, kata katanya, dia bilang tidak enak dipandang, berarti baju rancanganku sendiri memang seburuk itu hasilnya.
“Tapi aku menyukainya, karena ini baju rancangannya Ella, aku akan menyukai semua yang Ella buat, tidak peduli seburuk apapun bentuknya, karena kita adalah teman.”
Anak ini, tadi katanya menusuk sekali, tapi langsung disembuhkan juga dengan kata kata manisnya itu.
Singkatnya, waktu membuat kue sudah tiba, aku dan Sarah pergi kedapur untuk memasak kuenya.
“Ella ingin membuat apa untuk ulang tahunnya?”
“Kue ulang tahun.”
“Kue ulang tahun? Apakah itu sama dengan kue pada umumnya?”
“Tidak, karena aku akan menghiasnya dengan krim.”
“Apa itu krim?”
“Nanti saja kutunjukkan, sekarang kita buat rotinya dulu.”
Aku menjelaskan cara cara membuat rotinya kepada Sarah dan Sarah melakukan itu semua dengan baik.
Membuat kue ulang tahun disini sangat sulit dibandingkan dengan membuat kue ulang tahun di dunia ku sebelumnya karena bahan dan alat yang sulit didapat, bahkan tidak jarang juga aku harus menggunakan sihirku untuk menciptakan bahan bahan dan alat manual lainnya yang tidak ada didunia ini.
Sebenarnya aku bisa langsung membuat kue ulang tahunnya tapi aku ingin membuatnya sendiri, walaupun sebenarnya hanya mempersulit hidup, tapi guru juga sudah mempersulit hidupnya dengan mengurus anak yang tidak ada hubungan darah dengannya.
Setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan untuknya.
Akhirnya, adonan kuenya pun jadi, disini tidak ada oven sehingga terpaksa harus menggunakan sihir apiku untuk membuat kuenya matang, sangat menguras tenaga dan pikiran karena aku harus membuat roti itu matang luar dan dalam secara merata tanpa ada kata gosong tentunya, dan aku berencana membuat tiga layer.
“Aku akan membantumu.”
Sarah berniat membantuku, tapi aku menolaknya.
“Tidak perlu, aku bisa sendiri. Lagipula aku membuat kue ini, sebagai rasa terima kasihku kepada guru karena sudah mengasuh anak sepertiku yang tidak ada hubungan darah dengannya selama 16 tahun, jadi biarkan aku melakukannya sendiri. Akhirnya, yang pertama sudah selesai.”
“Jadi kalian tidak memiliki hubungan darah? Kukira dia adalah kakekmu, tapi karena dia yang mengajarimu segalanya, jadi kau memanggilnya guru.”
“Tidak, kami tidak memiliki hubungan darah sama sekali, akan kuberitau sesuatu tapi tolong jangan terkejut.”
“Apa itu?”
“Sebenarnya aku adalah orang yang berasal dari dunia lain.”
“Oh, lalu? Apa yang membuat terkejut?”
“Kau tidak terkejut dengan kata kataku tadi, kau percaya padaku?”
“Tentu saja, didunia hampir keseluruhannya adalah orang yang berasal dari dunia lain, ada yang bereinkarnasi dan ada yang menyebrangi dimensi, tapi yang jarang adalah orang orang yang masih mengingat kehidupan mereka dimasa lalu dan bisa tau bahwa mereka menyebrangi dimensi atau reinkarnasi.”
“Tapi tidak jarang juga ada orang yang kebingung apakah mereka menyebrangi dimensi atau bereinkarnasi.”
“Ternyata kau tau banyak sekali tentang hal seperti itu ya, Sarah.”
“Iya, karena sebenarnya aku adalah orang yang bereinkarnasi dan kebetulan aku masih mengingat kehidupanku sebelumnya, saat aku menceritakannya kepada ayah dan ibu, saat itulah mereka menjelaskan tentang hal ini padaku. Oh ya, Ella, kehidupanmu sebelumnya itu seperti apa?”
“Ahh…ohh…emm…itu, aku akan ceritakan lain kali, sekarang kita fokus membuat kue ini dulu saja.”
Sebenarnya, aku menghindari pertanyaan itu dan menolak untuk menjawabnya, masa laluku terlalu buruk, memalukan, menyedihkan, dan sangat mengerikan untuk diceritakan dan aku harap suatu hari nanti aku tidak perlu menceritakannya pada siapapun dan tidak akan pernah ada orang yang tau, tentang kehidupan kelamku.
Aku lanjut membuat kue itu, akhirnya setelah cukup lama menguras energi serta pikiranku, ketiga rotinya sudah matang, tinggal membuat krim lalu menghiasnya.
“Kau ingin membuat apa dengan bahan bahan seperti itu?”
“Krim, lihatlah.”
Aku mulai membuat krimnya dan Sarah memperhatikan cara cara membuatnya sekaligus bahan yang digunakan.
Setelah selesai, aku mengambil sedikit krimnya dengan sendok dan mencicipinya, ternyata rasanya sangat enak, tidak sia sia aku belajar membuat kue ulang tahun di kehidupanku sebelumnya. Walaupun saat membuatnya disini, tenaga yang terbuang lebih banyak, sih.
Aku menyendok krimnya lagi dan menyuapinya ke Sarah.
“Cobalah.”
Sarah membuka mulutnya dan mencoba krim yang kubuat.
“Enak sekali, kau sangat pandai membuat kue seperti ini.”
“Tentu saja, karena dikehidupan sebelumnya aku belajar sangat keras agar bisa membuat kue ulang tahun yang enak.”
Aku mulai menumpuk kuenya dengan krim ditengahnya, kemudian menghiasnya. Kue yang kubuat hanya berbentuk persegi biasa, krimnya kubuat berwarna warni agar mempercantik tampilannya.
Setelah semuanya selesai…
“Kuenya cantik sekali, rasanya sangat sayang jika nanti harus dimakan.”
“Kalau sudah begini, kita simpan dulu kue yang sudah jadi, hari sudah mulai gelap, guru sebentar lagi pasti akan pulang, kau mandilah dulu dikamar mandi yang ada dikamarku, aku akan membersihkan dapurnya.”
“Tidak tidak, hari ini Ella sudah berjuang sangat keras untuk membuat kue ini, sampai sampai aku hanya kebagian untuk membantu membuat adonan rotinya saja. Sekarang istirahat dulu, biarkan aku yang membersihkan dapur.”
“Tapi rasanya sedikit tidak enak jika kau yang malah membersihkan dapur rumah ini, padahal aku yang tinggal disini.”
“Sudahlah tidak apa apa.”
“Kalau kau memaksa, kalau begitu tolong ya, terima kasih sudah mau membersihkannya. Aku akan istirahat disini sambil menunggumu.”
Sarah memulai bersih bersihnya, sedangkan aku duduk di lantai sambil bersandar ke tembok disamping pintu.
Terima kasih, Sarah, karena sudah banyak membantuku hari ini.