APAKAH DIA MASIH CAHAYAKU?

1450 Kata
    Karena kemarin aku tidur terlalu malam dengan kondisi yang seperti itu, alhasil aku diguyur air oleh para prajurit yang bertugas menjagaku.       “Bangun!! Jangan tidur saja, bersiagalah, jika tiba tiba iblis itu datang dan kau masih tidur kami yang akan kerepotan. Perang sepertinya akan dimulai, ini semua karena dirimu, orang orang mati juga karena dirimu, aku benar benar tidak mengerti kenapa Raja bisa sampai segitunya demi melindungimu.”       Aku merasa tubuhku menjadi sangat dingin, apakah aku sakit?       Apakah itu semua benar benar kesalahanku? Kenapa itu bisa menjadi kesalahanku? Apakah aku pantas menerima tindakan seperti ini? Sekarang, aku merasa bahwa aku sudah kehilangan arah, aku tidak tau harus kemana, mereka semua berubah, matahariku yaitu Sarah, dia…menghilang.       Kai dan guru, orang yang kupikir paling mengerti diriku, mereka terasa sangat jauh bagiku.       “Ck, lambatnya.”       Dia menarik rambutku lalu menyeretku ke kamar mandi.       “Lepaskan!! Aku akan berjalan sendiri, aku bisa sendiri, lepaskan!!”       “Kau itu orang super lamban, kami juga masih memiliki pekerjaan dan juga, jangan berteriak seperti itu, saat ini Raja Wingston sedang memberikan beberapa kata untuk menenangkan rakyat karena pasti dalam waktu dekat ini aka nada perang, jadi kecilkan suaramu, atau kegiatan beliau bisa terganggu.”       Aku hanya bisa pasrah diseret olehnya, saat ini aku benar benar merasa bahwa aku memang diperlakukan seperti binatang.       Setelah itu, dia membuka pintu kamar mandinya dan melemparku kedalam, setelah itu mereka menutup pintunya.       Aku merasa sangat lemas sekali, tubuhku terasa sakit semua dan juga terasa sangat dingin, apakah aku sedang demam?       Kalaupun aku bilang pada mereka aku sedang sakit, apakah mereka akan memperlakukan aku dengan baik? Untuk pertanyaan itu tentu saja jawabannya tidak.       Aku langsung mandi menggunakan air hangat, setelah itu aku langsung keluar dari kamar mandi dan menggunakan pakaian yang sudah mereka sediakan.       Para iblis akan menyerang, apakah akan ada korban lagi? Apakah korban korban itu juga akan menjadi salahku?       Setelah aku selesai memakai baju, aku hanya memikirkan tentang iblis dan kejadian yang menimpaku didalam sel kemarin malam.       Tapi tiba tiba ada orang yang masuk dari jendela, saat aku melihatnya, dia adalah pangeran iblis.       Sontak aku langsung berdiri.       “Hai, Lili, lama tak berjumpa.”       “Lili adalah namaku yang dulu, sekarang aku adalah Ella.”       “Hahaha, Lili dan Ella, apa yang berbeda dari mereka, Lilia tau Ella itu sama saja.”       “Tentu saja itu berbeda.”       “Kalau begitu, katakan padaku, apa yang berbeda? Bukankah mereka sama sama ditinggalkan dan kesepian, bahkan hidup disini atau di dunia yang sebelumnya hidupmu tetaplah kelam. Katakan padaku, apa yang membedakan antara Lili dan Ella!?”       “Hidupku saat ini tidaklah kelam!!”       “Hoho, apa yang membuat hidupmu tidaklah kelam? Apakah kau memiliki cahaya dihidupmu?”       “Tentu saja aku memilikinya, selama aku berada digunung guru dan Kailah yang menjadi cahayaku, saat sudah sampai disini aku mendapatkan cahaya baru yaitu Sarah.”       “Sepertinya kau tidak tau ya, anak yang bernama Sarah itu, asal kau tau saja, orang tuanya sudah kubunuh, cahaya dihidupnya saja sudah hilang, bagaimana dia bisa menjadi cahayamu, dan untuk gurumu dan juga Kai, bukankah kau juga merasa mereka sudah jauh darimu. Saat ini kau sedang jatuh dijurang kegelapan dan tidak akan ada dari mereka yang menyelamatkanmu.”       Aku tidak bisa berkata kata lagi, orang tua Sarah, mereka meninggal, kenapa tidak ada yang memberitaukan ini padaku? Padahal kita adalah teman, kenapa tidak memberitauku? Dan yang lebih penting lagi, daritadi kemana si penjaga itu, kenapa mereka tidak muncul juga?       “Jika kau mencari para prajurit yang menjagamu, mereka tidak ada.”       “Apakah kau membunuh mereka!?”       “Tentu saja tidak, dariawal mereka tidak berniat menjagamu, mereka itu membencimu, asal kau tau saja, selama ini aku selalu mengawasimu. Mereka menyalahkan kematian keluarga dan orang lain kepada dirimu. Kau pikir, apakah itu benar benar kesalahanmu?”       Aku benar benar tak bisa berkata kata, kematian orang tua Sarah, karena itu dia menjadi berubah.       “Kau tau Lili, aku itu adalah orang yang bekerja dengan orang tuamu dulu.”       “Apa!!? Tidak, kau pasti bercanda.”       “Aku serius, aku adalah ahli komputer yang menyebut dirinya sebagai Mr.X, kau pasti mengingatnya kan.”       Dulu di organisasi orang tuaku, ada orang yang bernama Mr.X, dia menghapus semua bukti kejahatan yang kami lakukan dan yang selalu membuat rencana penyusupan, tidak kusangka ternyata Mr.X dulu adalah dia!!       “Aku juga tau, kau membunuh kedua adikmu di umur 10 tahun kan, pasti rasa bersalah itu masih menghantuimu hingga sekarang, dan tentang cara membunuhmu, aku selalu melihatmu dari CCTV, saat kau membunuh, hanya ada wajah yang datar dan aura membunuh saja didirimu, tidak ada yang namanya belas kasihan.”       “Darimana kau tau tentang kejadian saat aku berumur 10 tahun.”       Nathan yang sekarang adalah Albert berjalan mendekati diriku dan membisikkan sesuatu ditelingamu.       “Kan aku sudah bilang dikehidupan sebelumnya padamu, kalau aku mengetahui semuanya tentang dirimu. Memang benar kata ibumu bahwa hidupmu setelah ini pasti akan dipenuhi oleh tangisan, teriakan, permohonan, dan darah.”       “Diam!! Jangan berbicara lebih dari ini.”       Saat aku hendak memukul perutnya, dia langsung melompat menjauh dariku.       “Ahaha, jangan emosi seperti itu, oh ya, aku merasa suhu tubuhmu sedang tinggi, kau pasti sedang demam. Sembuhkan penyakitmu dulu, jika tidak, saat aku menangkapmu nanti kau tidak akan bisa melawan lho.”       Setelah itu, dia pergi, aku terduduk dilantai, badanku bertambah lemas dan melemah, menjadi semakin parah daripada yang tadi.       Dia benar, dalam perang ini aku ingin membantu, oleh karena itu, aku harus sehat kembali.       Aku berniat untuk istirahat dan tidur ditempat tidurku, saat aku hampir sampai dengan tempat tidurku ada yang mengetuk pintu.       “Ella, kau ada didalam?”       Itu suara Sarah!! Apakah dia kemari untuk mengunjungiku? Aku langsung melupakan demamku dan membukakan pintu untuknya.       “Sarah, sudah lama sekali kau tidak mengunjungiku seperti ini, apakah kau baik baik saja?”       “Ya, aku baik.”       Albert benar, Sarah sudah kehilangan cahayanya, bagaimana dia bisa menjadi cahayaku, untuk kematian orang tuanya, apakah Sarah juga menyalahkanku seperti mereka? Kai juga ada disini, apakah mereka datang padaku bukan karena merindukanku tapi karena ingin menggali informasi dariku?       “Hei, apakah kau tidak mengizinkan kami masuk?”       “Te-tentu saja, masuklah.”       Dengan senyum yang cukup dipaksakan, aku mempersilahkan mereka masuk.       “Eh, kenapa ada air yang menggenang disini?”       “Emm, i-itu, karena, karena aku sedang berlatih sihir air, jadi ada air yang menggenang disana.”       “Sungguh?”       “Iya, sudahlah, kau tidak perlu memusingkan ini, aku akan mengeringkannya.”       Aku berusaha untuk tetap tersenyum, aku tidak bisa memberitau mereka bahwa air ini adalah karena mereka mengguyurku tadi.       Dengan tunuh yang kurang sehat seperti ini, sangat sulit untuk mengeluarkan sihir, dengan segenap kekuatanku aku mengeringkan air yang menggenang itu lalu kembali pada mereka.       Huhh, tenagaku rasanya seperti dikuras. Aku duduk diatas tempat tidur.       “Ella, kau baik baik saja, wajahmu memerah.”       “Aku baik baik saja, mungkin karena terlalu lama berendam air hangat dikamar mandi, jadinya begini.”       “Sepertinya kau sedang sakit deh, apakah kau merasa kurang enak badan?”       “Aku sangat sehat, buktinya tadi aku bisa mengeluarkan sihir dengan baik dan mengeringkan lantainya kan.”       Itulah sebabnya aku mengeluarkan sihirku disaat tubuhku sedang sakit begini, untuk berjaga jaga jika mereka menanyakan keadaanku, maka aku bisa dengan percaya diri menjawabnya.       Tapi, sekarang Sarah terlihat memaksakan diri untuk tersenyum padaku, dia pasti masih sedih karena ditinggal orang tuanya.       Aku bisa merasakan kepidahannya, jika bisa, aku ingin berharap bahwa suatu hari orang tuaku akan menyayangiku, dan aku tidak akan merasakan kesepian lagi, saat ini itu semua mustahil, tapi Kai pernah bilang padaku bahwa dia yakin bahwa keinginanku akan terwujud.       Meskipun aku merasa dia jauh dariku, tapi aku masih mempercayainya, maka akan kupercayai juga perkataannya.       Mereka cukup lama berada disini, sebenarnya aku juga senang jika mereka ada disini, tapi tubuhku...     Tiba tiba ada salah satu prajurit masuk kekamarku.       “Pangeran dan nona Sarah, dipanggil oleh yang mulia Wingston untuk ke kediaman Archduke barat, iblis dalam jumlah banyak ada disana.”       Kai dan Sarah langsung berdiri.       “Baiklah, kami akan kesana.”       “Aku ingin ikut.”       “Tidak boleh, kau hanya perlu diam disini.”       “Tapi-“       “Turuti perintahku!! Ayo kita segera kesana.”       Sarah dan Kai langsung kesana dengan menggunakan sihir teleport.       “Perang ini karena dirimu, jadi, jangan coba coba untuk menjadi sebuah penghambat, kalian para pelayan, jaga dia disini.”       Prajurit itu pergi dan para pelayan yang ada disini terus mengawasiku sambil mencemoohku karena aku ingin ikut kesana.       Aku tidak mempedulikan mereka dan melihat melalui jendela, karena letak istana lebih tinggi daripada yang lainnya, aku bisa melihat rumah Archduke dari sini.       Rumahnya benar benar dikepung oleh para iblis.       Apakah mereka akan baik baik saja? Tidak, aku harus berpikir positif, mereka pasti akan baik baik saja, pasti.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN