Jangan lupa tap love dan simpan kisah ini dalam pustaka kamu ya. **** Reva tertegun sesaat tatkala Bu Ratih tiba-tiba saja hadiri di sampingnya. Dengan sikap tenang dan wajah anggun, Bu Ratih menawarkan sebuah senyuman manis. Reva menoleh sejenak ke arah Wati, sekali lagi ia merasa tidak enak hati pada rekan kerjanya tersebut. Melihat ada rasa berat dalam diri Reva, Bu Ratih mengerti bagaimana watak calon menantunya tersebut. "Wati, tidak apa-apa 'kan jika ditinggal Reva sebentar saja?" Bu Ratih melayangkan pertanyaan pada Wati. Gadis itu terpana sesaat lalu membalas senyuman Bu Ratih dengan tulus. "Tidak apa-apa Bu, pekerjaannya sebentar lagi juga akan selesai." Wati terlihat begitu segan, ia menatap ke arah Reva dengan tatapan tenang. "Udah Rev, tinggal aja gak papa. Cuma tinggal dua

