Richi terpaku dengan sosok yang di hadapannya sekarang. Dia seperti pernah melihat wajahnya di suatu tempat. Sebelum Richi bisa mengetahui dan mengingat siapa orang yang ada di depannya, pria itu malah memeluknya sambil menangis tersedu. “Rika, akhirnya aku bisa bertemu denganmu,” isak pria itu cengeng. Richi mencoba melepaskan pelukan orang asing itu. Dia sungguh tidak tahu siapa laki-laki yang memeluknya seperti ini. Richi merasa jijik dipeluk dengan sesama laki-laki. “Siapa kamu, lepaskan aku!” Richi memberontak karena pria itu semakin erat memeluknya. Sampai akhirnya Richi mendengar suara pukulan dan mengaduh dari pria itu. Pria itu melepas pelukannya sambil mengusap kepalanya yang kesakitan. Richi langsung berdiri menjauh dari pria yang memeluknya tadi. Dia melihat Berry memegang

