"Fi, lo lagi PMS atau apa, rasanya hari ini lo agak berbeda. Seperti ada yang tak beres sama lo?" tanya Rara merasa sahabatnya itu aneh. Rara mengambil bedak dalam tas dan membukanya, memberikan cermin dan menunjukkan ke wajah Safiya. "Kan ngak asyik muka lo!" "Lo aja yang parno gue rasa semua normal," jawab Safiya menolak kaca pemberian Rara. Rara tertawa. "Lo tuh yang aneh. Mikirin Om tampan mulu otak lo jadi gesrek." "Jelas lah dia kan suami gue." "Widih sombong." Safiya tertawa. "Ya deh yang penting Om Abram sayang sama lo deh." Rara terkekeh. "Ato buat gue aja Om nya?" "Ya kalo si Om mau." Safiya menimpali asal. "Cie ... ada yang ngak rela tuh suaninya ditaksir!" Safiya tertawa. "Om itu hanya milik gue, Ra." Rara manggut-manggut. "Ya ya percaya." "Ke kelas, yok! Bor

