"Hari ini kamu cantik sekali." Safiya menatap suaminya lucu. "Terus selama ini aku jelek gitu, Om." "Yo ngak gitu juga. Tapi beda hari ini kamu terlihat perfect." Safiya tertawa geli. "Emm maksih, Om." Kali ini Abram ikut berpakaian batik couple dengan sang istri itu. Mereka akan menghadiri acara ulang tahun saudara Papa Surya. "Ngaku dulu. Kamu sekarang ngerasa deg-degan kan ngliat aku kek gini?" Abram masih saja tersenyum menyebalkan. "Nggak. Biasa aja." "Yah." Abram menghembuskan napas kasar. Safiya menyerah. "Iya tampan sekali! "Yes!" "Kamu ngerasa kek ada yang beda sama aku?" Safiya hanya memutar mata menanggapinya, lalu menggeser kursi. Tapi Abram mencegah Safiya. "Bilang dulu. Kamu cocok untukku." "Enggak." "Iya?" Abram mendekat, hampir mendekap Safiya. "Om Abram!

