Saat ini Abram sedang berada di atas tubuh Safiya, dengan kancing baju yang telah ia buka. "Apa kamu menyukainya?" goda Abram hendak menyentuh sesuatu yang ada di dalam sana. Abram masih menautkan bibirnya. "Kenapa rasanya semanis dan selembut ini?" bisik Abram mulai menikmati sentuhan bibir dari istrinya itu. Mereka saling bertatapan dengan posisi yang sangat dekat. "Kalau aku bilang hari ini aku ingin membuatmu hangat bagaimana?" goda Abram. "Om, ichh!" "Mau gimana lagi, abis melihatmu bikin nagih." Tangan Abram mulai menjalar ke bagian atas tubuh, dan sesekali menggelitik lembut perut Safiya. Namun ketukan pintu yang dilakukan oleh mama Wenda membuat Abram kaget dan terjatuh ke lantai. Belakang tubuh Abram terbentur ke lantai karena ketukan pintu itu. "Auuwww." "Dasar om

