"Ayah aku kedinginan," bisik Safiya lembut. Seketika bulu kuduk Abram meremang saat perkataan hangat Safiya menyentil hatinya. Pria itu menatap istrinya yang terlihat begitu sayu. Kemudian kembali mengompres kening Safiya. "Sepertinya masih demam," lanjut Abram masih setia menunggu. Mengompres, dan menemani Safiya. Abram merasa bersalah setelah mengecek chat banyak sekali chat dari istrinya ini. Karena cemburu dan kesal Abram beberapa hari ini mengabaikan istrinya. Dan, meninggalkan Safiya sendiri selama beberapa hari, sebenarnya Abram juga tersiksa dan hidupnya terasa hambar dan gersang, tanpa adanya kehangatan cinta dan kasih di dalamnya. Melihat mata sendu Safiya dan bibir ranumnya yang sedikit terbuka seperti ingin disentuh, Abram menelan Saliva. Safiya mengigau menarik lengan p

