Tuduhan Benar

1011 Kata

"Masih mau mengelak, Safiya?" Safiya meremas ujung tas yang ia kenakan, tangannya dingin tak tahu harus menjawab apa. Sejak kapan dia ada di sini? Safiya bahkan tak menyadari kalau Samuel sudah berada di belakangnya. Akhir-akhir ini dia selalu saja muncul dengan tiba-tiba. "Aku pikir kamu wanita baik-baik, ternyata ...." Perkataan Samuel begitu membuat Safiya terluka. Harus menjawab apa, mengakatakan apa? Mengakui bahwa d**a Safiya merangas karena perkataan Samuel yang menyakitkan? Tidak. Tak akan pernah Safiya menjawabnya! "Kenapa diam tak berani manjawab kah?" lagi Samuel meninta jawaban Safiya. "Sejak kapan Kakak disitu?" tanya Safiya mengalihkan pembicaraan. Samuel menoleh ke arah Safiya. Tatapannya menyiratkan pertanyaan. Aku memasang wajah memelas. Meminta agar dia tidak ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN