"Baunya enak, Ayah?" tanya Safiya. "Ayah bikin nasi liwet khas kesukaan kamu." Jelas sang Ayah yang lagi mengambil nasi dari wadah untuk bikin liwet ke wadah yang baru. "Tumben, kan kalau dilewet lama Ayah?" "Tapi kan enak, Fiya." "Iya aih, Yah." Safiya mendekat ikut menata makanan di meja, lalu membuat teh hangat dengan sedikit gula. Selesai Safiya memanggil Abram di halaman luar untuk sarapan bersama. "Dimakan seadanya, Nak." Ayahnya bicara sama Abram. "Terima kasih, Ayah ini malah jadi ngrepotin." Pak Edi tersenyum. "Tidak. Orang ayah juga tiap hari masak kok." Abram hanya manggut-manggut. Mereka duduk bersama di kursi setengah tua itu. Mereka makan nasi liwet itu segera. Nasi liwet plus urap-urap juga ayam panggang pedas. "Ayah ini enak sekali. Eum rasanya nikmatnya da

