Menenangkanmu

1139 Kata

Sekilas Samuel berbalik dan melemparkan senyum penuh arti. Kemudian, ia beranjak berdiri. Senyuman mengejek masih merekah, mengiringi langkahnya yang terayun dengan tegap. "Fiya, ayo pulang sekarang. Ngak guna ngomong sama orang kayak dia." Rara tiba-tiba menggandeng tangan Safiya ketika mencibir kakak seniornya yang sedari tadi terus-menerus menghujat Safiya. "Ya ampun, mimpi apa, ya, gue tadi malam? Ini serius Rara memang teman terbaik yang menggenggam tanganku? So sweet banget nggak, sih?" Bisik Safiya dalam hati. "Laper nggak?" tanya Rara sambil melangkah menuju tempat mobil diparkirkan. "Kenapa?" "Mau ngajak lo makanlah. Gue tahu lo kalau lagi galau suka makan, kan," balasnya enteng. "Dasar lo! Yuk." Mereka pun meninggalkan area kampus dan memilih untuk makan baso jumbo langga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN