Rainier tersenyum lebar, berbisik di telinga Lyssa. Wajah Lyssa memerah. Semakin merah saat Rainier mencium pipinya. “Gimana?” tanya Rainier lagi, iseng menyatukan dahi mereka, menatap gadisnya lekat-lekat. “B-Boleh sih, tapi nanti di rumahku,” kata gadis itu malu. “Oke, nanti kita pulang cepet.” “O-Oke.” Tak sanggup melihat cengiran di wajah pacarnya, Lyssa menunduk dalam-dalam. Rainier lembut membelai telinga Lyssa. “Masih malu apa lagi? Kita sudah saling lihat semuanya.” Lyssa mengangkat kepalanya cepat. “A-Aku belum lihat semuanya.” “Hahaha, oh ya?” Lyssa mengangguk antusias. Rainier tulus menatap iris Lyssa lurus-lurus. “Nanti malam lihatlah sepuas kamu.” Lyssa mengangguk malu. Rainier menghadiahi ciuman lembut. “Aku pulang dulu,” katanya. “Mm.” ** Malam itu, saat Ra

