161. Black Night

1187 Kata

Rainier tersenyum lebar, berbisik di telinga Lyssa. Wajah Lyssa memerah. Semakin merah saat Rainier mencium pipinya. “Gimana?” tanya Rainier lagi, iseng menyatukan dahi mereka, menatap gadisnya lekat-lekat. “B-Boleh sih, tapi nanti di rumahku,” kata gadis itu malu. “Oke, nanti kita pulang cepet.” “O-Oke.” Tak sanggup melihat cengiran di wajah pacarnya, Lyssa menunduk dalam-dalam. Rainier lembut membelai telinga Lyssa. “Masih malu apa lagi? Kita sudah saling lihat semuanya.” Lyssa mengangkat kepalanya cepat. “A-Aku belum lihat semuanya.” “Hahaha, oh ya?” Lyssa mengangguk antusias. Rainier tulus menatap iris Lyssa lurus-lurus. “Nanti malam lihatlah sepuas kamu.” Lyssa mengangguk malu. Rainier menghadiahi ciuman lembut. “Aku pulang dulu,” katanya. “Mm.” ** Malam itu, saat Ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN