160. Ragil

1325 Kata

Lyssa berbalik melihat pemuda yang sebelumnya ia punggungi, cowok itu tampak sedang melihat pada kejauhan, tangannya terkalung di pundak neneknya, yang sampai saat ini pun terus tersenyum entah pada siapa. Lyssa berbalik lagi, lanjut membersihkan wajah Rainier. “Apa orang tuamu datang?” tanya Leo. “Ya,” jawab Lyssa. Rainier mungkin sudah biasa melihat Leo seperti ini, makanya dia hanya diam tak membalas. Seorang pelayan datang menawari minum, tak ada yang menjawab, pelayan itu kemudian berlalu pergi, meninggalkan keempat orang di pinggiran aula, jauh dari hingar bingar manusia-manusia yang tengah asyik bersosialisasi. Alunan piano klasik menambah kesyahduan. Bising, namun hening. Selesai membersihkan wajah Rainier, Lyssa mengikut seperti Leo dan Rainier, diam melihat ke kejauhan. Ly

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN