Kepala Rainier insting mengangguk, memindah semua sisa bakso di mangkuk besar ke mangkuk kecilnya. Makannya cepat, lahap menghabiskan. Lyssa tersenyum kecil, puas melihat masakannya habis. Sambil bernyanyi-nyanyi, Lyssa membereskan dapur yang berantakan, mencuci perkakas masak yang ia gunakan. Tak perlu menoleh untuk melihat siapa yang tiba-tiba datang memeluk dari belakang, remasan Rainier tak sabaran, bibirnya mengklaim bibir Lyssa, mengisap buru-buru. “Rainier, aku bau. Aku mandi dulu.” Rainier membalik gadis di depannya. “Satu sebelum mandi, satu lagi setelah mandi.” “Ha.. Terserah sih,” kata Lyssa menyerah, berbalik menyingkap rambut. Rainier cepat melucuti, tak sabaran saat melepas pakaian gadis di depannya. Rainier mungkin sedang pengen banget, pemuda itu tak berlama-lama me

