22. Dia di Belakangmu

1743 Kata

Yuda merasa kecewa dengan Ranti. Ia sudah berulang kali mengatakan kepada ranti untuk tidak pergi sendirian ke perpustakaan pada malam hari. Namun, Yuda merasa apa yang ia katakan selalu tidak dipedulikan oleh Ranti. Perasaannya saat ini khawatir, kecewa, dan marah. Ia pun curiga kalau Ranti menemui seseorang di sana. ‘Ranti! Sudah berapa kali aku katakan untuk tidak perlu sungkan meminta bantuanku! Kamu tahu nggak sih? Perasaan ini benar-benar kecewa! Kamu nggak pernah menganggap aku ada!’ Yuda berontak dalam hatinya. Ia lihat roti bakar yang sudah ia bawa untuk Ranti. Yuda mengurungkan niat untuk melajukan kendaraannya. Ia kembali turun dan memarkirkan motornya di halaman rumah kos Ranti. Zizi menatap ke arah Yuda, lantaran ia melihat Yuda kembali berjalan menuju teras rumah kos. “K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN