Wibi masih mematung di sana, dengan tanda tanya besar yang membuncah dalam hatinya. Ia merasa sangat bingung, setelah kejadian ini. ‘Beberapa kali gadis itu seolah merasa mengenal dekat dengan saya. Tapi ... saya sama sekali tidak mengingatnya, jujur saya memang merasa dekat dengan dia, kenyataannya kita memang belum pernah mengenal, apa lagi dekat?’ Wibi merasa sangat bingung dengan semua yang terjadi. Penasaran menjadi hal yang utama saat ini dalam benak Wibi. Ia berniat untuk menyelidiki peristiwa yang pernah ia lewatkan. Hanya saja desakan dari kedua orang tuanya, untuk segera melangsungkan pertunangan, membuat Wibi kembali kurang fokus dalam kuliahnya. *** Di sebuah meja makan yang cukup besar, Wibi menikmati satu piring makan malam bersama kedua orang tuanya. Bu Ajeng memulai pe

