Napas Wibi masih tersengal, karena mimpi yang menghantuinya belakangan ini. Ia semakin yakin kalau mimpi itu menyiratkan sebuah pesan. Namun, Wibi bingung untuk menentukan cara mengungkapkan maksud yang tersirat dari mimpinya. Dia juga tidak tahu harus memulai dari mana. ‘Mimpi yang masih berkaitan dengan gadis itu? Siapa dia?’ Wibi merasa kalau mimpinya benar-benar nyata. Mimpi yang Wibi alami sebetulnya bukan hanya sekadar bunga tidur, melainkan ingatan-ingatan Wibi yang perlahan kembali muncul dalam memorinya. Peristiwa yang terjadi di luar nalar. Namun sangat lekat dalam jiwa Wibi. Hal itu kembali muncul dalam keadaan yang tidak sadar seperti tidur dan pingsan. Wibi kembali mengingat memori itu. Walau apa yang terlihat dalam mimpi masih sangat samar untuk Wibi kenali. Wibi menyikap

