Ranti terdiam ketika dirinya menyadari ada seseorang yang membuntutinya sejak kemarin. Dia takut kalau itu adalah orang jahat. Namun, Ranti kembali berpikir bahwa dirinya melewati pos Satpam. Itu berarti keamanan terjamin. Ia mulai berpikir kembali kalau sesuatu yang tak kasatmata yang membuntutinya. Namun, Ranti kembali menenangkan dirinya dan berusaha berpikir jernih. ‘Biasanya sebelum kemunculan mereka yang tak kasatmata, selalu tercium aroma yang menyengat seperti bunga. Tapi ... kali ini aku merasa yang mengikutiku adalah seseorang yang nyata. Ah ... sudahlah! Lagi pula sebentar aku sampai di depan lobi utama kampus. Setelah itu aku merasa aman,' Ujar Ranti dalam hatinya. Ia kembali melangkahkan kaki menuju lantai dua kampus itu. Perpustakaan menjadi tempat pertemuan antara Ranti d

