Ranti duduk termenung di depan meja belajar di dalam kosnya, sembari menggenggam Mug berisi kopi s**u. Pandangannya mengedar ke luar jendela. Menatap secercah cahaya mentari yang menyelusup di antara celah-celah dedaunan, menembus kabut yang masih menyelimuti Ibu Pertiwi. Sesekali Ranti menyesap kopi s**u yang mulai menghangat bersama dengan angannya yang mulai mengingat peristiwa yang terjadi semalam. Ia masih penasaran mengapa Wibi begitu misterius. ‘Kejadian semalam semakin membuatku menyimpan tanda tanya besar. Siapa Wibi sebenarnya? Seseorang yang aku cintai, seseorang yang menjadikanku kekasih, tapi aku tidak mengetahui asal-usulnya. Terlebih ketika dia seolah mengetahui keangkeran kampus kita. Entahlah ... mungkin malam ini aku akan menemuinya lagi,' ujarnya dalam hati. Tak lama

