Ranti yang sedang menahan sakit di kepalanya, sontak merasa sangat khawatir dengan keadaan Yuda. “Fa! Kamu nggak bercanda, kan? Nggak lagi ngeprank aku?” Ranti masih tidak menyangka kalau hal itu menimpa Yuda. Seseorang yang sangat memedulikan Ranti, walau terkadang terlalu posesif terhadapnya. “Ran! Aku nggak bercanda! Barusan Alex telepon aku!” Farah bernada tinggi. “Astaga ... te—terus keadaan Yuda bagaimana? Kenapa dia nggak ngasih kabar sama aku? Kenapa Alex?” Ranti meracau karena ia merasa bersalah, tidak memberitahu Yuda kalau dirinya pergi ke perpustakaan. “Kita bahas nanti, Ran! Alex dalam perjalanan ke kos aku. Nanti kita ke Rumah Sakit bersama!” Farah segera mematikan teleponnya. “Ha--halo, Fa? Fa?” Ranti memastikan kalau Farah memang menutup teleponnya. ‘Astaga ... Yuda

