"Maaf Pak, pasien masih dalam kondisi kritis." Kalimat itu terbayang-bayang dalam pikiran Vero. Ia hanya bisa terduduk di depan ruang ICU. Tidak ada yang bisa Vero lakukan sekarang, hidupnya seakan mencapai ambang batas. Setelah melewati waktu penanganan di ruang UGD selama berjam-jam, Alena dan Bagas langsung dipindahkan ke ruang ICU. Kondisi mereka sangat-sangat mengkhawatirkan. Denyut nadi dan jantung mereka sama-sama lemah, Dokter pun sudah melakukan yang terbaik. Ternyata darah yang berasal dari Vero tidak juga bisa memenuhi kekurangan darah pada tubuh Bagas, maka mau tidak mau Vero harus mencari. Untung saja ada salah satu pengawal yang memiliki golongan darah yang sama dengan Bagas. "Pak," ujar Zifi sembari menyentuh pundak Vero. Siapapun tahu jika Vero adalah orang yang paling sak

