Bulan mencium bau yang mengengat. Bau besi karat. Bau tanah lembap. Bau darah yang sudah mulai mengering. Kesadarannya kembali setahap demi setahap, seperti tubuh yang dipaksa naik ke permukaan air setelah terlalu lama tenggelam. Kepalanya berdenyut hebat. Setiap detak jantung memukul tengkoraknya dari dalam. Ia mengerang pelan, lalu berdesis ketika mencoba menggerakkan tubuhnya. Dingin. Lantai di bawahnya dingin dan keras. Tanah. Bukan lantai keramik. Bukan semen yang rapi. Tanah yang lembap, berpasir, dan berbau busuk. Bulan mencoba bangkit, dan rantai itu bergerak. Tangannya terangkat setengah, lalu tertahan kasar. Pergelangan tangan kirinya diborgol, besi dingin menggigit kulit, dirantai ke sebuah tiang besi yang tertanam di lantai. Ketika ia bergerak, rantai itu bergetar, mengeluar

