S2: Diam dalam Damai

2048 Kata

“Ibu, tolong bertahan,” ucap Bulan dengan gemetar ketika turut mendorong brankar UGD yang melaju cepat di bawah lampu-lampu putih menyilaukan. Roda brankar berdecit, napas para petugas teratur namun tergesa. Darah masih merembes di balik balutan darurat di punggung Ibu Rosita. “Bu, lihat aku… jangan tutup mata,” Bulan berusaha menahan tangisnya. Seorang perawat perempuan mengangkat tangan, suaranya tegas namun tenang. “Ibu, sampai di sini dulu. Kami yang tangani.” “Aku mohon, aku ikut—” “Tidak bisa,” potong perawat itu lembut tapi pasti. “Mohon tunggu di luar. Kami akan lakukan tindakan segera.” Pintu ruang tindakan ditutup. Suara klik itu memutus Bulan dari segalanya. Ia berdiri terpaku beberapa detik, lalu kakinya melemah. Seorang petugas lain menuntunnya ke bangku koridor. “Duduk,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN