S2: Penolakan dalam Ikatan

2337 Kata

“Ibu? Kenapa Ibu di sini? Ibu… sudah bisa jalan kaki? Ibu?” suara Bulan bergetar ketika ia berdiri cepat, mendekat, lalu membantu sang Ibu duduk di kursi yang tadi ia tinggalkan. Tangannya gemetar memegang lengan Ibu Alya, takut sekaligus tak percaya. Perawat yang mengantar memberi senyum kecil, pamit dengan sopan, meninggalkan mereka berdua dalam ruangan yang tiba-tiba terasa terlalu sunyi. “Ibu kenapa bisa sampai ke sini?” Bulan bertanya lagi, nyaris berbisik. “Ibu harusnya di rumah sakit, Ibu harusnya istirahat disana, kenapa bisa…” Ibu Alya tidak langsung menjawab. Ia justru menggenggam tangan Bulan, lama, seolah memastikan bahwa yang duduk di hadapannya ini benar-benar anaknya. Matanya menyapu wajah Bulan yang mengenakan gaun putih, riasan lembut, tiara kecil lalu senyum tipis muncu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN