Bhumi baru bisa menyelesaikan pekerjaannya menjelang malam. Sejak pagi ia berada di salah satu rumah sakit di Bali, urusan yang sebenarnya sudah direncanakan jauh hari, kerja sama lintas fasilitas antara jaringan rumah sakit yang ia pimpin di Jakarta dengan rumah sakit rujukan di Bali. Namun siang itu muncul kebutuhan mendadak seperti evaluasi alat jantung yang akan dipakai bersama, rapat singkat dengan manajemen, dan penandatanganan yang tak bisa ditunda. Bhumi menanganinya dengan fokus yang rapi, seperti biasa. Tapi di sela-sela jeda, pikirannya tidak pernah benar-benar tinggal di ruangan itu. Ada kegelisahan yang menempel, keyakinan yang tak bisa ia sangkal bahwa Cahaya akan menemui Bulan. Keyakinan itu bukan tanpa sebab. Siang tadi, di luar rencana, Bhumi dan Cahaya bertemu. Bukan p

