Ballroom itu dipenuhi cahaya keemasan dari ribuan kristal lampu gantung, memantulkan kilau halus pada lantai marmer yang mengilap. Musik klasik mengalun lembut, para tamu berdatangan dengan gaun dan setelan terbaik mereka mulai dari para pejabat, rekan kepolisian, kolega bisnis keluarga Naradipa, para ibu-ibu sosialita, sampai kerabat jauh Ibu Gina yang tampak sibuk berbincang tentang desain bunga dan cuaca Bali bulan depan. Cici berdiri di sisi Sadam dengan gaun putih resepsi yang sederhana tapi begitu elegan, senyumnya terlatih rapi, tubuhnya menahan lelah namun tetap menghadirkan tatapan sopan kepada setiap tamu yang mengucapkan selamat. Ibu Gina selalu ada di dekatnya, memegang gelas air mineral untuk memastikan Cici minum, bahkan sesekali menepuk lengannya supaya duduk sejenak. Beber

