S2: Harta dan Kekuasaan

1925 Kata

“S-sebentar, Dok… aahh… Dok… anggg—ahhh!” Suara Bulan pecah sebelum kata-katanya sempat selesai. Napasnya patah-patah, mengalir bersama setiap gelombang sensasi yang membuat punggungnya melengkung mencari pegangan. Bhumi tidak menghentikan gerakannya, ia justru menahan pinggang Bulan, menarik tubuh perempuan itu lebih dekat seolah ingin menenggelamkan seluruh paginya ke dalam satu sumber panas yang sama. “Diam sebentar…” bisik Bhumi, tapi justru suaranya sendiri terdengar berat, nyaris seperti geraman tertahan. “Kamu bikin saya… susah bergerak.” Erangan rendah lolos dari d**a Bhumi, kasar, dalam, membuat Bulan menggigil semakin keras. “A-ahhh… Dok… itu… itu terlalu…” Namun tubuhnya sendiri menjawab lebih cepat daripada mulutnya, pinggulnya menyesuaikan ritme, menekan, menaik, mengikuti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN