Bulan tahu kesalahannya fatal, sangat fatal hingga membuat Bhumi pergi hari itu juga tanpa sepatah pamit pun. Bukan marah yang terdengar, tidak ada bentakan atau teguran… justru keheningan yang menjadi hukuman paling menusuk. Sejak pintu mobilnya tertutup, villa itu kembali sunyi, kembali hanya diisi gema napasnya sendiri. Bulan berusaha tetap bekerja, menyelesaikan sudut-sudut gudang yang belum ia rapikan, membersihkan studio seni dengan ketelitian yang hampir seperti permintaan maaf. Namun setiap langkah yang ia ambil hanya membuat ruang-ruang kosong di villa itu terasa lebih besar, lebih dingin, dan lebih seperti penjara mewah tanpa penghuni. Hari berganti hari. Hanya satu minggu berlalu namun rasanya seperti bulan penuh kabut. Bulan mulai merasakan sesuatu yang jauh lebih sulit daripa

