S2: Gairah yang Tegak

1892 Kata

“Makasih ya, Nin, udah jagain Ibuku. Di sini aku juga nyaman kok, makanan banyak.” Bulan tersenyum kecil sambil mengangkat panci ke depan kamera. “Nih, lihat makanan yang lagi aku masak.” Di layar, Anin, perawat yang menjaga Ibu Alya di rumah sakit kecil itu tertawa ceria. Rambutnya yang dikuncir tinggi bergoyang saat ia menggeleng. “Ya ampun, Mbul… itu kayak makanan hotel. Kamu tuh ya, kalau masak nggak pernah nanggung.” Bulan ikut tertawa, mencampurkan saus ke panci. “Aku cuma iseng, Nin. Lagian aku janji kan mau makan banyak? Soalnya kamu cerewet banget kemarin.” “Bagus! Emang harus makan. Kamu kurusan, lho.” Anin memelototkan mata pura-pura kesal. “Eh, itu apa? Pasta, ya? Aku kok jadi pengen sih. Kirim ke sini dong.” “Besok kalau aku libur, aku bawain ke rumah sakit. Janji, deh.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN