Bulan sudah mengirim pesan singkat kepada Bhumi, “Dokter, saya harus meninggalkan villa beberapa hari. Ibu saya kritis. Saya akan kembali setelah kondisi stabil.” Namun balasan tidak pernah datang. Sama sekali. Ia memandangi layar ponselnya berkali-kali di ruang tunggu ICU, tapi notifikasi tetap kosong seperti d**a yang ikut ditinggalkan. Dan memang jika dihitung-hitung, uang hasil pekerjaannya merawat villa itu… tidak akan cukup. Bahkan puluhan juta pun seperti tidak ada artinya ketika melihat monitor jantung ibunya. Biaya obat, ventilator cadangan, tes laboratorium ulang, semuanya seperti jurang yang semakin menganga. Hari ini Bulan memilih pergi ke gereja kecil di dekat rumah sakit. Ia duduk di bangku paling belakang, menengadah pada langit-langit kayu yang sederhana. Tidak ada doa r

