S2: Ikatan Hidup

1824 Kata

Bulan menepis tangan Bhumi yang hendak menyentuhnya. Gerakannya kasar, lahir dari panik yang tidak sempat dipilah. “Menjauh dari saya!” Ia berlari menaiki tangga, langkahnya terhuyung, napasnya tercekat. Pintu kamar dibanting, kunci diputar dengan tangan gemetar, lalu tubuhnya melorot ke lantai. Bulan memeluk lututnya sendiri, punggung bersandar pada dinding yang dingin, dan tangisnya pecah tanpa saringan. Ia hamil. Kata itu berputar-putar di kepalanya, menghantam seperti gelombang yang tidak tahu cara berhenti. Lebih buruk dari itu, Bhumi merencanakannya. Ada ketakutan yang lebih tua dari rasa sakit yaitu Cahaya. Wajah kakaknya, suara yang ia takuti akan berubah menjadi kebencian. Ia takut kehilangan salah satu tempat pulang. Ia takut dicabut dari kepercayaan. Ia takut pada masa depan y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN