S2: Manis dan Pahit

2019 Kata

Ibu Darsih melangkah masuk ke villa itu dengan napas yang tertahan, seolah udara di dalamnya masih menyimpan bekas asap yang pernah menelan segalanya. Dua puluh tahun lebih berlalu sejak kebakaran it, malam ketika api memakan kayu, kanvas, dan kepercayaan bahwa rumah bisa bertahan dari apa pun. Di ingatannya, tempat ini adalah abu dan bunyi runtuh, ia tak pernah mengizinkan dirinya kembali. Maka kini, saat lantai batu terasa dingin dan utuh di telapak kakinya, perasaan yang datang bukan sekadar nostalgia, melainkan pengakuan sunyi bahwa waktu bisa memperbaiki tanpa menghapus luka. Koleksi putranya yang pergi terlalu cepat, pernah ia kubur bersama amarahnya pada menantu, pada jarak yang tumbuh tanpa penjelasan. Namun di hadapannya, ruang-ruang ini hidup kembali sebagai private art-villa,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN