S2: Pilihan Terakhir

1425 Kata

Dengan uang yang tersisa dari amplop Cahaya, Bulan mencoba bertahan hidup beberapa hari. Ia tidak kembali ke villa meskipun barang-barangnya masih di sana, ia bahkan tidak sanggup memikirkannya. Tubuhnya masih nyeri, emosinya berantakan, dan setiap kali ia memejamkan mata, kejadian malam itu kembali seperti bayangan yang menodai napasnya sendiri. Ia jijik. Pada dirinya. Pada tubuhnya yang seolah begitu mudah menyerah. Tapi ia tidak mau menyalahkan Cahaya sebab Cahaya tidak tahu apa pun. Yang ada malah Bulan merasa bersalah pada Cahaya. Di kontrakan tua tempat ia dulu tinggal bersama ibunya, Bulan menutup diri. Ia tidur seharian, menahan sakit kepala, menahan sakit hati. Tidur menjadi satu-satunya tempat ia bisa menghilang meski hanya sebentar. Sampai suatu sore, ponselnya berbunyi. Pesan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN