S2: Permainan Berbahaya

1303 Kata

Jantung Bulan seperti mencoba melompat keluar dari dadanya. Semakin dekat mereka ke restoran Jepang itu, semakin ia merasa seluruh isi perutnya diaduk-aduk seseorang dari dalam. Cahaya justru menarik tangannya ceria, langkahnya cepat. “Ayo, Bulan! Mas Bhumi pasti udah nungguin.” Mas Bhumi… Nama panggilan itu saja sudah membuat Bulan berhenti bernapas. Pelayan restoran membungkuk sopan, mengarahkan mereka menuju ruangan private dengan pintu geser kayu shoji yang tampak mahal. Cahaya menggeser pintunya perlahan. Di dalam, Bhumi duduk tegak di sisi ruangan beralaskan tatami, berkemeja gelap, wajahnya netral seperti biasa. Cahaya langsung tersenyum lebar. Bulan… menunduk refleks, menghindari sorot itu. “Mas… maaf ya,” ujar Cahaya sambil mendekat, pipinya memerah. “Aku ajak Bulan, soalnya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN