Pada akhirnya, Sadam memutuskan tidak memperpanjang masalah mobil yang menabrak bumper belakangnya. Nagara tetap mengganti rugi tanpa debat. Lucunya, justru tidak ada adu mulut antara dua pria berumur matang itu, yang terjadi malah kebalikannya, mereka duduk di kap mobil masing-masing, kaki turun, lengan disilangkan, diam memperhatikan dua perempuan di sisi jalan yang sibuk bercerita sambil gestikulasi seperti sedang reuni. Angin malam lewat pelan, membelai rambut Cici dan Antika yang tertawa kecil, seolah waktu tidak menyentuh mereka. Sadam dan Nagara hanya melihat… dengan ekspresi campuran pasrah, sayang, dan sedikit ingin pulang tidur. “Jadi… bagaimana sekarang? Apa Cici aman?” Nagara membuka percakapan, suaranya datar tapi jelas peduli. Sadam meraih botol air mineral yang tadi ia amb

