Sementara itu disisi lain kota London. Udara dingin yang menusuk membuat Liam harus terus berjalan agar badannya tetap hangat. Ahh hari ini aku tidur dimana ya? Pikirnya hampa. Setiap hari hanya dilalui dengan berfikir tidur dimana dan makan apa. Hanya itu yang ada di benak Liam. Setelah beberapa saat berjalan Liam melihat ada sebuah toko yang meletakkan bungkusan makanan diteras depannya. Perut Liam keroncongan. Semakin melihat makanan itu, perutnya semakin bereaksi. Tapi Liam tidak mau makan makanan yang bukan miliknya. Akhirnya Liam hanya duduk di teras toko itu sambil memandang makanannya tanpa menyentuhnya. Karena lelah dan perut kelaparan, akhirnya Liam tertidur sambil duduk diteras depan toko tersebut. Angin yang berhembus kencang, membuat Liam memeluk tubuhnya sendiri. Liam merapatkan topi kupluknya agar menutupi kupingnya. Dan mengencangkan syal dilehernya dan terlelap dalam kegelapan malam.
Liam adalah seorang lelaki sederhana. Dia tidak punya cita-cita ataupun keinginan dalam hidupnya. Hanya keinginan bertahan hidup yang ada di benaknya. Walaupun tiap hari harus berjalan kesana kemari untuk mencari tempat berlindung. Tapi Liam tidak patah semangat. Tidak pernah sekalipun dia mengemis kepada orang-orang. Juga tidak pernah sekalipun dia mencuri atau mengambil barang orang tanpa permisi. Walau selapar apapun, Liam selalu mecoba jujur. Ibunya sudah menanamkan prinsip hidup jujur kepadanya sedari dia kecil. Prinsip itu terus dioegang Liam sampai detik ini. Dia lebih baik tidur dengan perut lapar, daripada mengambil hak orang tanpa izin.
Mentari membelai kota London dengan sinar lembutnya. Kabut masih menyelimuti sebagian kota, demikian juga dengan tempat Liam berada, sinar matahari belum bisa menembus udara dingin nan berkabut disana. Liam masih terlelap didalam mantel dan syalnya dengan posisi masih duduk. Sementara itu, seorang gadis sedang bersiap-siap membuka tokonya. Dia mengepel lantai dan mengelap etalase toko. Bunyi semerbak butter dan kopi tercium dari arah belakang toko. Gadis tersebut membuka tirai yang menutupi etalase toko. Kemudian dia melihat Liam sedang tertidur, dengan bungkusan makanan disampingnya
Kemudian dia membuka kunci pintu untuk membangunkan Liam. Karena dia sudah dalam tahapan membuka toko. Sebaiknya aku membawa kopi dan beberapa potong roti untuknya batin gadis tersebut. Dia masuk kembali kedalam dan mengambil secangkir kopi dan menambahkan 2 blok gula kedalam cangkir kopi tersebut. Tidak lupa dia meletakkan beberapa potong roti butter kedalam piring kecil. Setelah meletakkan didalam nampan, dia berjalan kembali ke pintu depan.
“Good Morning Mr…” sapa gadis yang ternyata bernama Angel tersebut. Angel menggoyang-goyangkan tubuh Liam.
“Mr… Good Morning” kata Angel lagi.
Liam mengernyitkan alisnya, dan membuka sebelah matanya. Setelah agak sadar, Liam membuka kedua matanya.
“Oh maafkan aku, aku ketiduran disini. “kata Liam merasa tidak enak kepada Angel
“Tidak apa-apa tuan” kata Angel sambil tersenyum. “Maafkan kau harus kubangunkan, karena toko kami akan segera dibuka” Angel meneruskan
“Oh baik.. Terimakasih. Maafkan aku sekali lagi” kata Liam tidak enak. Liam langsung berdiri hendak siap-siap pergi.
“Eh tuan, sarapan dulu. Aku sudah menyiapkan kopi dan roti. Maafkan hanya ini yang kami punya dipagi hari” Angel menyerahkan kopi dan rotinya.
“Tidak apa-apa miss.. Terimakasih, tapi aku baik-baik saja. Kamu tidak mengusirku sambil marah-marah saja aku sudah bersyukur” Liam menolak pemberian Angel
“Nope, kamu tidak boleh pergi sebelum memakan sarapanmu tuan. Ku lihat kamu juga tidak memakan makanan yang aku tinggalkan tadi malam.” Angel memaksa
Karena tidak enak Liam menerima pemberian Angel. “Boleh ini kubawa? Aku tidak nyaman makan didepan pemilik toko” kata Liam sopan
“Maaf tuan tidak bisa, duduklah di kursi itu dan makanlah dengan perlahan. Kamu tidak perlu terburu-buru” Angel menunjuk kursi teras didepan toko itu.
“Oh begitu,baiklah. Terimakasih sebelumnya” jawab Liam kikuk
“Sama-sama tuan. Nanti malam datanglah lagi. Dan makanlah makanan yang sudah kami persiapkan. Toko kami memang punya program untuk berbagi rezeki kepada orang-orang” Angel menjawab sambil tersenyum tulus
“Oh baiklah” jawab Liam lagi dengan menunduk
“Aku tinggal ya tuan, silahkan menikmati, pelan-pelan saja. Jika kamu sudah selesai, goyangkan bell ini, aku akan membereskannya segera.” Angel menjelaskan
“Baik miss, Terimakasih banyak” ucapLiam lagi.
Angel kembali kedalam toko. Dia mulai mengisi nampan-nampan besar dengan roti-roti yang sudah terpanggang. Bau roti dan butter semerbak keluar ke halaman, sehingga memanggil para pengunjung datang. Liam makan dengan terburu-buru. Karena merasa rikuh dengan para pengunjung yang mulai terlihat berjalan kearah toko roti tersebut. Setelah selesai menyeruput kopiny, liam membungkus rotinya kedalam backpack yang selalu dipakainya. Dia memakan 1 roti pagi ini, dan berniat menysakan untuk siang dan malam nanti.
Angel buru-buru keluar mendengar bunyi lonceng itu, tidak lupa dia mengingatkan Liam untuk kembali lagi nanti malam. Liam mengangguk dengan kikuk, dan dia berulang-ulang mengucapkan terimakasih kepada Angel. Angel tersenyum mengiringi langkah Liam yang semakin menjauh. Dalam benaknya dia tersentuh hatinya, melihat orang yang kelaparan. Dia lah yang membuat program untuk berbagi rejeki setiap hari, dia mengusulkan kepada ayahnya. Dan ayahnya menyetujuinya. Baru kali ini dia melihat ada seorang tuna wisma yang tidak berani menyentuh makanan yang diletakkan diatas teras tersebut. Selama ini setiap pagi dia selalu lihat makanan itu pasti sudah tidak ada. Hatinya tergores, merasa kasihan kepada pria tadi. Dia orang yang sopan dan pemalu, makanya dia tidak berani menyentuh makanan yang bukan mliknya batin Angel. Angel menyesal tadi kenapa tidak membungkuskannya sesuatu utk dimakan siang nanti. “Ah kenapa aku bisa lupa sekali. Tampaknya dia lelaki baik. Semoga nanti malam dia benar-benar kembali kesini” Gumam rachhel.
Seperti biasa toko roti Angel dipenuhi oleh pengunjung. Angel dan ayahnya membuka toko roti kecil diujung jalan terpadat kota London. Ayah Angel seorang pensiunan berjabatan tinggi di perusahaan besar. Ketika dia pensiun, dia mendapatkan uang pesangon yang sangat banyak. makanya dia mampu membuka toko roti itu, tapi dikarenakan usianya, dia tidak mampu lagi mengelola, akhirnya dia meminta Angel untuk mengelola toko tersebut. Mereka memanggang sendiri roti-roti disana. Begitu juga dengan kopinya. Mereka menggiling sendiri biji kopi dan membuat bubuk kopi sendiri. Cita rasa yang unik itulah yang membuat tokonya terkenal di Kota London. Angel hanya punya 1 karyawan pencuci piring diblakang. Sedangkan dia melayani sendiri untuk urusan tamunya. Sebenarnya dia merasa kewalahan, dan mereka sudah membuat iklan lowongan pekerjaan untuk posisi waiters, sudah ada beberapa yang datang unttuk interview tapi entah kenapa ayahnya merasa tidak ada yang cocok. Jadi ayahnya belum menerima satupun. Sehingga Angel benar-benar kewalahan menjaga toko sampai malam sendirian.
Tak terasa matahari sudah terbenam. Angel yang terlalu lelah hampir terlelap di salah satu kursi. Angel tersadar dan teringat, dia belum mengunci pintu dan meletakkan makanan didepan. Ohya pemuda itu akan datang lagi apa tidak ya batin Angel. Angel segera menyiapkan makanan untuk diletakkan di teras depan. Ketika dia keluar dari pintu, dia melihat Liam berdiri dengan kikuk didepan tokonya…
“Ahh tuan aku senang melihatmu…” kata Angel
Liam terdiam dengan muka tertunduk. “Aku minta maaf karena kembali lagi miss” ucap Liam
“No..no.. aku memang mengharapkan kau kembali tuan. Seharian aku menyesali tadi kenapa tidak membungkuskan sesuatu untuk kamu makan tadi seharian..maafkan aku” jawab Angel dengan nada penuh penyesalan.
Liam mendekat ke teras. “ tadi aku hampir saja pergi lagi. Jika tidak berpapasan denganmu mungkin aku sudah pergi,” Liam berkata. “Aku tidak mau mengemis miss.” Lanjut Liam lagi
“Tidak tuan, kamu tidak boleh pergi. Mulai sekarang kamu adalah tamu langganan ku. Ohya namaku Angel” Angel menjawab tegas
“Aku Liam…” Liam menunduk “kenapa kalian baik sekali miss?” Tanya liam lagi
“Ini sudah hukum nya tuan, kita haru berbagi kepada siapapun. Bolehkah kupanggil kau Liam saja?” Tanya Angel kembali
“Yes Ms Angel kau boleh memanggil namaku. “ jawab Liam
Angel duduk di kursi teras, dia meletakkan bungkusan makanannya diatas meja teras. “duduklah dan makanlah dulu Liam. Kamu seharian pasti belum makan apa-apa kata Angel”
Liam duduk di kursi dihadapan Angel. “Ms Angel, aku tidak enak menerima kebaikanmu terus. apakah aku boleh menyapu atau membersihkan teras ini sebagai ucapan terimakasih ku? Atau jika kau punya pekerjaan yang bisa kubantu, ijinkan aku membantumu” ucap Liam tulus
Angel tertawa renyah “Ahahaha tidak apa-apa Liam, kamu adalah tamuku. Tidak perlu bekerja membersihkan apapun, kamu cukup makan saja disini, kami semuanya sudah senang” kata Angel lagi.
“ayo silahkan dimakan. Santai saja aku hanya duduk sebentar kok untuk menghirup udara segar. Aku harus masuk lagi membereskan toko. Kau tau, didalam seperti kapal pecah.. ahahaha” Angel tertawa lagi
Angel adalah seorang gadis periang. Dia tidak pernah mengeluh tentang apapun. Dia hidup tanpa beban, dia selalu ceria dan senang menolong orang. makanya dia senang melihat Liam kembali lagi ketokonya. Angel meninggalkan Liam yang sedang makan. Dia masuk kedalam toko dan bersiap-siap membereskannya. Pintu depan toko dibuka, untuk menghormati Liam yang berada diluar. Liam melihat kedalam toko, dan memperhatikan kerepotan Angel, ketika dilihatnya Angel tidak bisa mengangkat container makanan yang ada didalam, Liam reflek berdiri dan masuk untuk menolong Angel. Angel yang sedang kepayahan mengangkat container tersebut kaget melihat liam membantunya. Angel membiarkan Liam menolongnya membawa kotainer kedapur. Kemudian setelah kontainer selesai diletakkan didapur Angel berkata, “Liam, habikan dulu makanannmu. Kamu adalah tamuku. Jangan ikut-ikutan repot memberihkan ruangann ini.” Kata Angel
Tapi Liam menolak. “Tidak Ms Angel. Ijinkan aku membantu. Aku tidak akan mau makan lagi, kalau kamu tidak membolehkanku membantumu” jawab Liam
Angel mengalah. Akhirnya mereka membersihkan ruangan toko itu berdua. Angel merasa benar-benar sangat terbantu dengan kehadiran Liam. Selama ini dia sangat capek membereskan sendirian setiap malam. Tapi malam ini bebannya terbagi Bersama Liam.
Setelah selesai membereskan toko, Angel mengucapkan terimakasih kepada Liam, dan mempersilahkan Liam untuk makan terlebih dahulu. kemudian Angel naik kekamarnya dan mengambil sleeping bag, dia menyerahkan sleeping bag kepada Liam. Dia menyuruh Liam ti dur memakai sleeping bag agar dia tidak terkena flu di malam hari. Dan Angel juga berkata kepada liam untuk langsung membereskan sleeping bagnya pagi-pagi sekali.
Liam sangat bersyukur bisa mengenal Angel setidaknya dia sekarang tidak perlu memikirkan makan malam dan tidak perlu berjalan kesana kemari mencari tempat berteduh. Tapi dia berjanji dalam hati ini hanya untuk sementara. Dia tidak boleh merepotkan Angel terus. Angel sudah terlalu baik kepadanya. Malam itu dilewati Liam dengan tidur didalam sleeping bag pinjaman. Berada didalam sleeping bag empuk dan hangat begini adalah anugerah bagi Liam. Angin dingin meniup tanaman yang ada disebelah Liam, suara siulannya terdengar bagai nyanyian nina bobo yang sering dinyanyika ibunya ketika Liam masih kecil. Terimakasih Tuhan, atas segala karuniamu hari ini, batin Liam, sambil berbaring meluruskan tulang dan ototnya, Liam terhanyut kedalam kedamaian tidurnya.
Bersambung ke chapter selanjutnya