79

1673 Kata
Amber melihat jam tangan. Sudah pukul 10. Dia harus bergegas ke rumah Mrs Axton. Amber memutuskan untuk tidak menceritakan apapun kepada Alan. Dia tidak mau Alan merasa khawatir dan merasa bersalah. Lenih baik alan tidak tau apapun pikir Amber. Setelah mengurus check out dari penjara dan mengambil tas dan handphone nya pada bagian administrasi, Amber segera berjalan menuju mobil di mobil dia menyalakan hp nya.. Bunyi pesan masuk lagi. Kali ini sama bertubi tubinya dengan tadi pagi. Amber mengecek notifikasi pesan. Dia takut ada pesan yang urgent. Bebrapa pesan dari teman kantornya. Dan banyak pesan dari Arthur. Pukul 06.00 Arthur : sayang kamu sudah bangun? (love emoji) Pukul 06.30 Arthur : sayang masih tidur ya?. Sebentar lagi aku sampai ke apartemenmu Pukul 07.30 Arthur : Aku sudah di apartemenmu. Pukul 07.35 Arthur : kamu kemana? Aku di lobby. Aku melihat mobilmu (sad emoji) Pukul 08.00 Arthur : aku mengikutimu. Kamu tidak bisa melihatku? (sad emoji) Pukul 08.15 Arthur : aku belok ke kiri ya Amber. Stay safe. Jangan mengebut (love emoji) Pukul 08.30 Arthur : kamu kemana sih buru buru sekali sampai tidak melihatku dibelakangmu? (sad emoji) Pukul 09.00 Arthur : kamu sudah sampai tujuan sayang? Kamu bertemu siapa? Pukul 09.10 Arthur : aku telpon hp mu tidak aktif. Are you okay? (sad emoji) Pukul 09.20 Arthur : pesan ku juga tidak delivered (cry emoji) Pukul 09.30 Arthur : hp kamu masih mati. Kabari aku kalau kamu sudah bisa memegang hp Pukul 09.45 Arthur : still waiting Pukul 10.00 Arthur : kenapa masih belum aktif? (worried emoji) Pukul 10.10 Arthur : akhirnya aktif juga (happy emoji) Balas pesannya donk sayang Pukul 10.20 Arthur : kamu dimana sayang? Please reply Pukul 10.21 Amber : Aku baru selesai meeting. Pukul 10.21 Amber : are you a teenager? Why you keep texting me every second. Oh God! (sigh emoji) Pukul 10.22 Amber :dont text me anymore. Im driving. " Dia aneh sekali. Dia kan bisa menelponku. Kenapa dia harus mengirimiku pesan bertubi tubi seperti itu?? Dasar manusia aneh!" gumam Amber keheranan lagipula kenapa dia seposesif itu? Aku kan bukan pacarnya pikir Amber. hanya kejadian aku tidak sengaja membalas ciumannya doesnt made us a couple. pikir Amber lagi. "aaarrggghh dasar laki laki aneh. Anak dan ibu sama saja anehnya. Aku tidak heran" gumam Amber. Amber menyalakan mesin mobil dan segera tancap gas bergegas kerumah nenek sihir yang sudah menunggunya. Amber mengebut dengan kencang di tol, tanpa dia sadari ada mobil hitam yang mengikutinya dari belakang. Mobil tersebut menempel rapat ke mobilnya. Hanya dikarenakan Amber terlalu kencang dan terlalu fokus ke depan Amber tidak memperhatikan ada mobil yang mencurigakan. Ketika jalanan sudah agak sepi, Amber semakin dalam menginjakkan kakinya ke pedal gas. Karen kondisi sepi. Amber mengebit seperti orang gila. Tidak lama, tiba- tiba BRAAAKKKK !!!!! Mobil Amber di tabrak dari belakang oleh mobil lain. Amber yang sedang mengebut kehilangan kendali setir, kepala Amber terantuk setir mobil ketika mobil dibelakang menghantamnya. Amber membanting setir kekanan untuk menghindari menabrak mobilyang berada di depannya. Tak lama mobil Amber berhenti, mobil yang tadi menabrak Amber telah berlalu menjauh.. Dan tidak terkejar. Amber diam menenangkan nafas. Ada beberapa mobil yang berhenti untuk membantu Amber. Amber duduk lemas di dalam mobilnya. Tanpa bisa membuka kunci pintu ataupun menurunkan jendela.. Orang orang yang berniat membantu mengetuk jendela Amber berkali kali untuk menyadarkan Amber yang terlihat shock dan kebingungan " ma'am... Ma'am.. Can you hear me? Maam.. Maam.." jedelan sebelah Amber di ketok dengan kencang. Amber kaget setelah bisa menguasai diri, Amber membuka pintu. Dan orang orang membantumya keluar dr mobil. "are you okay mam? " tanya seoeang laki laki. " no.. I think im fine" jawab Amber terbata bata. Amberasih shock. Lutut dan kakinya lemas sekali. " are you hurt mam?" tanya seseorang disana. Dahi Amber terluka akibat terantuk setir mobil. " ill get you a medicine mam. Wait here." ucap pemuda itu, sambil berlari untuk mengambilkan kotak p3k di mobilnya. Ketka Amber keluar orang orang membantunya dan memeganginya karena terlihat Amber akan pingsan. Orang orang berteriK teriaj untuk menelpon Mbulance dan melaporkan pada polisi ada kecelakaan tabrak lari. " are you okay mam? " tanya seorang laki laki paruh baya. Dia memegangi lengan Amber. Amber terduduk lemas di jalanan bersandarkan pada mobilnya. Pemuda yang tadi mengambilkan p3k sudah kembali " mam aku bantu bersihkan lukanya ya? " tanya pemuda tersebut. Amber hanya bisa mengangguk. Tidak lama air mata keluar dari matanya.. " its okay mam.. Sudah berlalu" seorang laki laki lain berkata padanya sambil memegang bahunya. " sudah ada kah yang menelpon polisi dan ambulance? " orang yang lain bertanya lagi " aku sudah meneleponnya. Mereka on the way kesini. " jawab seorang wanita. " sepertinya tabrak lari ya" terdengar suara wanita yang lain. " ya.. Aku tadi sempat melihat sekilas ke mobil hitam itu. Tapi aku lupa untuk mengambil fotony" jawab wanita yang lain. " kasihan nona itu pasti shock berat. Dia terlihat sangat pucat." terdengar suara orang lain. " mam, minum dulu." salah seorang memberikan air mineral kepada Amber. Amber mengambil botol air mineral itu dengan tangan gemetar. Dia mencoba membuka segel air mineral tersebut, tapi tidak bisa. Tangannya terlalu lemah. Pemuda yang sedang mengobatinya membantu membukakan botol air tersebut. Amber meminum air tersebut sampai habis. Dia merasa sangat haus. " thank you" Amber berkata kepada pemuda itu. Amber mencoba bangkit berdiri. Orang orang yang ada disiru membantunya. " mam duduk saja dulu. Anda masih lemah" kata lelaki paruh baya tadi. " aku sudah lebih baik. Aku mau melihat kerusakan di mobilku." jawab Amber berusaha tersenyum. Bumper belakang mobilnya pecah. Lampu belakang dua duanya jg pecah. Untungnya mobil Amber mobil sedan sehingga dengan tabrakan sekeras tadi benturan hanya sampai ke bagian bagasi mobilnya. Tidak masuk ke dalam mobil sama sekali. KepenyokN di bagasi terlihat jelas. Samping kiri kanan bagasi juga tergores parah. " apakah kau melihat mobil yang tadi menabrakmu mam? " tanya salag seorang laki laki yang berdiri di sebelah Amber. " tidak. Tidak. Aku sedang mengebut karena aku sudah terlambat masuk kerja. Jadi perhatianku hanya ke jalanan depN. Aku tidak melihat ada mobil di belakang yang terlalu dekat. " jawab Amber " dia langsung melarikan diri mam tadi. Dia langsung mengebut kencang" seorang pemuda juga berkata " yeah. Aku rasa dia takut berurusan dengan hukum " jawab Amber. " thank you so much sudah membantu saya semuanya.. " Amber melanjutkan lagi sambil menunduk " tidak apa apa maam.. Kita tunggu polisi dan ambulance datang ya" jawab laki laki tersebut. " baik.. Thank you sir. " jawab Amber lagi. Amber membuka pintu mobil dan mengambil ponselnya. Pasti nenek sihir sudah panik karena aku belum tiba pikir Amber. Setelah menemukan ponselnya, Amber mengusap layarnya dan terlihat missed call dari Mrs Axton 10 kali. Amber menghela napas. Ini bahkan belum telat 30 menit. Ucapnya frustasi.Amber membuka pesan. Ada pesan dari Arthur. Pukul 10.23Arthur : takecare Pukul 10.30 Arthur : sudah sampai dimana? Sebaiknya aku memberi kabar ke Arthur saja bahwa aku kecelakaan. Agar dia mendiamkan ibunya sebentar pikir Amber Pukul 11.00 Amber : terjadi kecelakaan di tol. Aku belum bisa menghubungi ibumu. Tolong kabarkan kepadanya. Dan tolong tenangkan dia. Agar dia tidak ngamuk. Setelah urusan selesai, aku akan segera ke rumahnya." Tidak lama terdengar suara telpon berdering. Amber melihat tulisan dilayarnya. Arthur is calling. Amber mengangkat telpon Arthur " hallo" sahut Amber " Amber. Where are you? Kamu tidak apa apa? Posisi kamu dimana sekarang?" tanya arrhur dengan nada panik " Arthur aku baik baik saja. Tenang. Aku sedang menunggu polisi dan ambulance datang. Kamu tolong bantu tenangkan ibumu ya. " jawab Amber dengan nada tenang " posisi kamu dimana Amber? Aku akan menyusul kamu kesana " Arthur bertanya lagi " tidak udah menyusul arth. Aku baik baik saja. Kamy tolong tenangkan ibumu saaja. Oke? Aku tutup ya.. Polisi dan ambulance datang" ucap Amber buru buru. Klik Amber menutup telponnya. Arthur kesal setengah mati. Amber susah sekali diatur.. Dia menuju kamar ibunya. Ibunya masih dirumahnya krn takut untuk pulang kerumahnya sendiri " Moom... " atthur mengetuk pintu kamar ibunya " Mom.. Aku masuk ya? " Arthur membuka pintu kamar Mrs Axton dan masuk kedalam. Mrs Axton terlihat sedang menelepon seseorang. Dia memberikan sign untuk menunggu kepada Arthur. Arthur diam dan duduk di aofa menunggu ibunya selesai menelepon. Tidak berapa lama ibunya mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang sedang di telponnya. Dan dia menutup teleponnya. " kenapa arth? " tanya Mrs Axton. " mom, Amber kecelakaan. Dia tidak bisa sampai tepaf waktu. Ibu tenang dulu ya. Setelah urusan di Rumah sakit dan di kantor polisi selesai, dia akan segera menemui ibu" ucap Arthur " ahh sudah ku bilang, wanita cantik memang tidak ada gunanya. Kalo tidak bodoh ya sembrono. Amber itu pintar tapi ya begitu, ceroboh dan sembronl. Urusanku jadi kacau semua gara gara dia. " mers axton mengomel " mom, dia sedang mengalami musibah. Jangan bicara sepetrti itu." tegur artbur " kau sudah tersihir olehnya Arthur. Aku bisa melihat kamu telah jatuh cinta dan buta oleh Amber. " ibunya beeteriak marah " mom terserah apa kata ibu. Tapi untuk saat ini, ibu hanya dibantu oleh Amber. Dan dia adalah orang yang paling kompeten dalam menangani permasalahan ibu. Jadi ibu baik- baiklah kepadanya. Jangan sampai dia resign. Ibu pasti akan kewalahan" ucap Arthur sambil keluar dari kamar ibunya “ Aku sudah tau dari awal kamu pasti akan tersihir olehnya wanita sialan itu. Kalian laki- laki memang lemah pada orang cantik. Padahal kecantikan itu hanya membawa sial” Ibu Arthur berteriak- teriak dari dalam kamar. Arthur malas mendengarnya, dia ambil langkah cepat agar tidak harus mendengar lagi. Arthur sudah terbiasa mendengar ibunya yang tidak pernah cocok dengan sekretarisnya. Arthur mengabaikan ibunya. Dia berlari keluar dan memanggil supirnya, “ Ben, ikut aku” Seru Arthur bur- buru “ Baik Tuan Arthur” Jawab Ben. Ben segera memasuki mobil, karena Arthur duduk dibelakang kemudi, ben duduk disebelah Arthur, “ Pasang seat belt mu Ben, aku akan mengebut cepat..” Perintah Arthur lagi “ bAik Tuan Arthur” Jawab Ben patuh. Arthur menyalakan mobil, dan menginjak pedal gas,kemudian dia memacu mobilnya dengan kecepatan penuh ====== Bersambung =====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN