Amber terbangun dengan baju basah oleh keringat. Tidurnya tidak nyenyak, tidak tenang, gundah, sebentar sebentar terbangun. Dia tidak bisa memejamkan matanya. Kalau matanya terpejam, hati dan pikirannya terbang melayang entah kemana. Amber gelisah sekali. Dia gelisah oleh keagresifan Arthur yang sebenernya ia inginkan. Sesuatu yang tidak ingin ia tolak. Tapi ia merasa sangat bersalah kepada Alan.
apakah sebaiknya aku jujur saja kepada Alan? pikir Amber
atau aku sudahi saja kasus ini, aku menyerah saja? pikirnya lagi
Semua kemungkinan dia coba pikirkan. Solusi dia cari. Apa yang sebaiknya dia katakan kepada Alan. Haruskah Alan tau mengenai Arthur? Atau haruskah dia menyimpan semua ini? Semua pikiran berkecamuk di otaknya. Dia jg takut tidak bisa menemukan hal yang dia cari dia rumah Mrs Axton. Apa sebaiknya aku resign saja? Tapi kalau begitu langkahku akan kembali ke awal lagi. Aku mulai dari nol lagi. Aargghhh guman Amber frustasi.
Amber melirik jam di handphonenya baru jam 3 pagi. Amber mengusap layar ponselnya, ketika layar terbuka, terlihat message dari Arthur.
Pukul 01.00 dini hari
Arthur: sudah tidur?
Sepertinya dia juga tidak bisa tidur. Apakah dia juga gelisah sepertiku? Sebenarnya dia mau apa sih? Pikir Amber frustasi.
Terdengar bunya pesan masuk lagi
Pukul 03.00
Arthur : kamu masih online. Tidak bisa tidurkah?
Amber sebenarnya malas membalas pesan itu. Sudah seharian hatinya terombang ambing oleh Arthur. Sekarang semakin terombang ambing lagi.
Pukul 03.02
Arthur : tidak dibalas (sad emoji) kamu ketiduran ya sayang?
Amber masih mendiamkan
Pukul 03.05
Arthur : aku telpon ya?
Amber pun segera membalasnya. Dia tidak ingin Arthur menelpon dan harus mendengar bujuk rayu Arthur lagi ditengah kegalauannya
Pukul 03.06
Amber : nope. Aku sedang berusaha tidur. Kalau kita mengobrol lagi ditelpon nanti semakin panjang dan tidak bisa tidur
Arthur : baiklah.. Aku juga tidak bisa tidur. Makanya aku mengirimimu pesan. Siapa tau kamu juga belum tidur.
Amber mengabaikan pesan terakhir Arthur. Dia kembali menarik selimut dan mencoba memejamkan mata,
Pukul 03.08
Arthur : sudah tertidur lagi kah? Cepat sekali (sad emoji)
Amber memilih tidak membuka pesannya agar Arthur tidak menghubungi nya lagi.
Pukul 03.10
Arthur : aku tidak bisa tidur. Pikiranku melayang kepadamu
Pukul 03.12
Arthur : besok pagi bisa bertemu? Kita breakfast bersama?
Pukul 03.15
Arthur : segera kabari begitu kamu membaca pesan ini ya sayang
Pukul 03.20
Arthur: kamu benar benar tertidur? ( sad emoji, sad emoji, sad emoji)
Merasa gerah dengan bunyi pesan masuk, akhirnya Amber membalasnya
Pukul 03.21
Amber : Arth.. Im so tired. You know i have to go to work tomorrow. Silent please
Pukul 03.21
Arthur : maaf aku mengganggu ya?
Pukul 03.24
Amber : ibumu galak Arth.. Kau tau dia akan memarahiku dan melempariku dengan barang kalau aku terlambat 1 menit saja.
Pukul 03.24
Arthur : aku akan berbicara padanya besok pagi. Kebetulan dia sedang menginap disini
Pukul 03.26
Amber : aku bukan sedang mengadu Arth. Sudahlah ayo coba tidur. Pejamkan matamu. Matikan ponselmu
Pukul 03.26
Arthur : baiklah..
Arthur : breakfast jadikah?
Pukul 03.30
Amber : tidak bisa, Aku ada acara pagi. Makanya aku ijin kepada ibumu tadi.
Pukul 03.30
Arthur : baiklah (sad emoji)
Arthur : next time maybe
Pukul 03.35
Amber : yes maybe. Sleep please
Pukul 03.35
Arthur : okay baby.. Good night
Pukul 03.40
Amber : its almost dawn exactly
Pukul 03.40
Arthur : yeah. Im sorry. Sleep tight baby
Amber mengabaikan pesan terakhir Arthur. Dia mematikan ponselnya dan melanjutkan tidurnya. Amber memaksakan matanya terpejam dan pikirannya berhenti berpikir. Doa mencoba menghitung domba.. Sampai hitungan ke 200 dia belum bisa tidur. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 04.00.
" aarggghh Arthur siAlan. Dia benar benar membuatku tidak bisa tidur." gerutu Amber.
"aki bangun saja deh.." pikir Amber. Amber bangkit dari tempat tidurnya, membereskan kasurnya, melipat selimut dan merapikan bantalnnya. Kemudian dia duduk di pinggir kasurnya.
sekarang aku ngapain ya? pikirnya
" aku buat spagetthy saja deh untuk Alan. " Gumam Amber
Amber berdiri dan berjAlan keluar dari kamar, dia menuju dapur dan membuka lemari pendinginnya. Mengeluarkan bahan bahan memasak spagetthy. Dia merebus mienya, kemudian mulai merajang bawang, menumisnya, menumis daging giling, menuangkan saus bologneise, dan memasukkan oregano. Saus selesai. Mienya pun matang. Setelah meniriskan mie dan menempatkan di wadah tahan panas, Amber menuangkan saos bologneise diatas mienya. Kemudian menabur oregano lagi diatasnya. Amber menutup wadahnya dan menyimpan kedalam tas penjaga suhu.
dia melirik jam dinding yang tergantung di ruang TV.
baru pukul 05.00 Aku ngapain lagi yaa? pikir Amber. Kemudian Amber memutuskan untuk.membuat cemilan untuk Alan. Dia membuat tortilla isi daging dan mozarella.
Dia menyiapkan semua bahan, dan mulai membuatnya. Selesai membuat tortilla dia melirik jam, sudah 06.00 dia pun akhirnya mandi dan bersiap siap ke penjara untuk menemui Alan. Jam besuk di pagi hari adalah jam 9. Amber berangkat dari apartemennya jam 7.30. Kondisi jAlan macet dan ribetnya administrasi menjadi perhitungan Amber untuk berangkat lebih cepat.
Amber memacu mobilnya membelah jAlana kota London di pagi hari. JAlanan sudah macet. Amber haris banyak bersabar dengan kemacetan. Traffic light yang ada disetiap persimpangan jAlan menyebabkan antrian kendaraan panjang. Bunyi klakson terdengar dari segala penjuru kota. Pagi hari sibuk sudah dimulai di kota ini. Sambil mengantri lampu merah diamenyalakan Handphonenya. Terdengar banyak bunyi pesan masuk. Pasti dari Arthur pikir Amber. Amber memilih mengabaikan dan tidak membuka pesan tersebut. Dia tidak mau pertemuan dengan Alan menyisakan bayang- bayang Arthur di benaknya. Setelah memutuskan mengabaikan pesan Arthur, Amber kembali melihat ke jAlan. Selamat datang kemacetan. Pikir Amber muram. Amber hanya fokus ke arah jAlan tanpa melihat mobil dibelakangnya adalah Arthur. Arthur yang sedari tadi pagi mengikuti Amber dari belakang. Dia hanya ingin melihat Amber. Bukan karena ingin menyelidikinya. Awalnya dia ingin surprise menjemput Amber dan mengajaknya sarapan pagi. Tapi dilihatnya mobil Amber sudah keluar dari apartemen. Karena arah yang dituju mobil Amber searah dengan tujuannya untuk sarapan, akhirnya Arthur diam diam saja mengikuti Amber sampai nanti mereka akan berbeda tujuan. Arthur bisa melihat gerak gerik Amber dari belakang mobilnya, dia melihat kelebat rambut Amber, atau tangam Amber yang sedang memutar tombol radio, atau kadang kadang Amber memegang ponselnya. Dia memegang ponselnya, tapi tidak membaca pesanku. Sepertinya dia mau mengabaikanku. Pikir Arthur.
Semua yang dilakukan Amber cukup menghibur hati Arthur yang sedang dilanda rindu.. Mobil mereka masih beriringan sampai di lampu merah ketiga, setelah itu mobil Amber berbelok ke kanan, dan Arthur berbelok kekiri. Mobil Amber melaju dengan kecepatan sedang, dan mengambil jAlan pintas melalui Toll. Sedangkan Arthur mengambil jAlan ke arah toko roti favoritnya untuk sarapan. Toko roti ini adalah toko mantan karyawannya. Yang telah bekerja cukup lama di perusahaannya. Arthur senang sarapan disana. Dia selalu dilayani dengan baik dan sopan.
Amber telah sampai di penjara. Dia memarkirkan mobil di parkiran khusus pengunjung. Penjara sudah ramai di jam besuk pagi. Amber melakukan administrasi dan mengantri untuk penitipan tas dan pemeriksaan badan. Setelah cukup lama amengantri akhirnya Amber diizinkan masuk ke ruang tunggu penjara. Disana Amber pun masih harus menunggu sampai Alan dipanggil dan datang ke ruang tunggu. Proses administrasi di dalam penjara memang sangat lama. Namun Amber sudah terbiasa. Setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya Amber melihat sosok Arthur yang sedang berjAlan ke arahnya.. Dari jauh terlihat Arthur teesenyum ke arah Amber. Dengan melihat senyum Arthur Amber semakin merasa bersalah. Amber gugup dengan kehadiran Alan. Wajah Alan yang gembira melihat kedatangan Amber membuatnya semakin merasa tertekan.
Amber mencoba tersenyum. Terlihat raut gelisah dari wajah Amber. Alan memeluk Amber dengan erat. Amber pun membalas pelukan Alan dengan kencang.
" are you okay baby?" tanya Alan sambil mengelus pipi Amber
" yeah. Aku hanya lelah. Mrs Axton benar benar menyiksa ku.. " jawab Amber
" kamu sudah sarapan sayang? Aku membawakam spagethy dan cemilan untuk kamu nanti siang" lanjut Amber sambil membuka tas berisi makanan.
" wah aku lapar sekali. Terimakasih sayang. Kau tau sarapan di penjara bagaimana. Aku tidak sanggup menelannya. " jawab Alan. Amber sedih mendengar hal itu
" andaikan aku bisa berkunjung tiap hari dan membawakan makanan untukmu ya Alan. Maafkan aku" Amber berkata sedih
" its okay baby.. Jangan sedih. Perjuangan kamu lebih berat diluar sana sendirian. Menghadapi Mrs Axton dan lain lain. Aku lebih sedih memikirkan kamu berjuang sendirian, dari pada memikirkan makanku disini. " jawab Alan
" aku baik baik saja Alan. Kau tau ini sudah menjadi tugas kita. Kelebihannya adalah aku jadi mempunyai income double " sahut Amber sambil tersenyum jenaka
" kamu harus membagi income itu berdua denganku Amber" jawab Alan bergurau
" ha.. Ha.. Haa.. Pastinya. Aku sudah mentransfer ke rekeningmu kok." Amber menjawab sambil tertawa
" ahhh jangan lakukan itu Amber.. Pakai lah uang itu untuk membeli kebutuhanmu. Kamu sudah banyak menderita. Jangan transfer itu ke rekeningku. Nanti kamu tarik lagi ya. Kamu masih ingat pin atm ku kan? " tanya Alan
" okay okaay.. Baiklah. Nanti kl aku butuh sekali aku akan mengambilnya. Sudah tidak usah kamu pikirkan ya sayang. Ayo tambah lagi spagetyny. Aku.membuat ini pagi pagi sekali. Jd kamu haris menghabiskannya. Untk membayar kehilangan jam tidurku. " Amber berkata sambil terkekeh. Alan memakan spagettynya dengan lahap.
" kau tau ini the best food in the world" kata Alan
“ Aku tau kau sangat menyukai ini, makanya aku membuatkannya untukmu. Ayo habikan” Kata Amber
“ kenapa aku makan sendirian? Kamu harusnya ikut makan bersamaku.” Jawab Arthur
“ Aku bisa makan nanti setelah pulang dari sini. Inimemang aku buatkan khusus untukmu, jadi kamu harus menghabiskannya” Sahut Amber.
“ Nanti bawa tortilla ini untuk makan siang atau cemilan sore ya.. akumembuatnya cukup banyak. “ Lanjut Amber lagi
“ Siap sayang… aku makan enak hari ini” JAwab Alan dengan muka sumringah
“ Aku senang bisa membawakanmu makanan enak Alan.” JAwab Amber lagi
“ Baby, jadi baaimana kasusLiam, apakah kamu sudah menemukan titik terang?” Tanya Alan
“ Belum Alan. Mrs Axton telihat menyembunyikan segala urusan yang terjadi didalam rumahnya “ Jawab Amber
“ Tidak ada anggota lain dirumah itu yang bisakamu dekati?” Tanya Alam
“ Hmm.. ada anaknya sih, Arthur.. kau tau yang sedang dipermaslahkan oleh pemerintah London karena kasus suap? Kamu ingat Alan? “ Tanya Amber
“ Iya aku tau.. anaknya Mrs Axton kan? Benar. Kamu coba dekati dia untuk mengorek Amber” Jawab Alan
“ Yes benar Alan, aku sedang mencoba mengorek informasi lewat Arthur. Kebetulan dia lumayan terbuka denganku. Mungkin karena dia melihat Mrs Axton sangat keras terhadapku, jadi dia kasihan. “ Amber menjawab dengan gugup dan salah tingkah
“ Apa saja yang dilakukan Mrs Axton Amber?” Tanya Alan
Bersambung