9

1689 Kata
Pagi ini begitu cerah, Meika dan Jay berjalan sambil bercanda gurau-meski Jay yang sering menggoda Meika-menuju ke kelas mereka. Semua murid yang ada dikoridor sekolah merasa bingung dengan seorang Jay Luwis yang terkenal tak pernah tertawa bahkan tersenyum sekalipun didepan mereka. Tapi, lihat sekarang ia bahkan tertawa bersama Meika dan menghiraukan tatapan aneh yang ditujukn padanya.   "MEIKA" teriak seseorang dari belakang dan membuat keduanya menoleh.   "hai Sis" sapa Meika.   "tumben kau bersama Jay?" tanya Siska penasaran.   "oh, dia tadi menjemputku" ucap Meika dengan menampilkan dimple yang sedikit menyembul.   "ooh jangan bilang kalian berdua….." jeda Meika sambil menunjuk kearah Jay dan Meika bergantian sambil tersenyum penuh arti.   "apa sih kau ini Sis….tidak kok" balas Meika dengan wajah yang sedikit memerah.   "emz sepertinya aku harus pergi" kata Jay.   "baiklah sampai jumpa nanti" balas Meika pada Jay membuat Siska menatap keduanya heran.   "kau bilang tak ada apa-apa, tapi apa yang barusan itu?" tanya Siska menyelidik.   "apa? itu biasa saja, aku dan Jay itu hanya patner dalam kelompok musik saja tak lebih" jawab Meika acuh sambil berjalan menuju kelas. Siska hanya mengedikkan bahunya tak peduli dengan Meika yang meninggalkannya sendiri sebelum-   "sendiri kak?" -suara menyapanya dari belakang. Meika-pun menoleh dan terkejut saat melihat Reza yang bertanya padanya.   "tidak! Aku ingin ke kelas" balas Siska yang mulai berjalan meninggalkan Reza dan lelaki tinggi itu hanya menatap kepergian Siska dengan diam.   "kau masih mau mengejarnya?" tanya Eric yang tadi ditinggal oleh Reza.   "yah begitulah karena aku menyukainya" balas Reza yang langsung berjalan meninggalkan Eric (lagi). Sedangkan teman mereka yang lain menatap Reza dengan tanda tanya pasalnya mereka tidak tahu siapa yang Reza sukai.   ❇   Istirahat telah tiba membuat semua murid berhambur keluar kelas. Meika-pun juga sama, tapi gadis itu tak ke kantin atau ke perpus seperti biasa melainkan pergi keatap sekolah. Tak hanya ia saja yang kesana melainkan Siska juga karena tadi Meika mengajaknya, meskipun Siska menolak, tapi ia tak sanggup menatap wajah Meika yang menjijikkan baginya karena gadis manis itu mengedip-ngedipkan matanya dan tangan yang saling bertautan didepan d**a. Memohon agar Siska mau menemaninya keatap sekolah menemui Jay disana.   ❇   Atap sekolah. Jay dan keempat temannya masih duduk dengan berbagai macam cemilan didepan mereka. Hingga pintu atap terbuka menampilkan dua gadis cantik dipintu masuk. Reza yang mengenal salah satu gadis itu tersenyum kearahnya.   "hai kak Sis" sapanya pada Siska yang tak ditanggapi oleh gadis mungil itu.   "Jay boleh aku bicara denganmu?" tanya Meika mengabaikan Reza yang kesal karena diabaikan oleh Siska.   "bicara saja" balas Jay tanpa menoleh kearah Meika.   "emz begini.. Emz kenapa kau selalu membolos?" tanya Meeika ragu.   "itu bukan urusanmu" jawab Jay acuh. Meika merasa aneh pada lelaki itu. Paslanya tadi ia baru saja bercanda gurau dengannya, tapi sekarang lelaki itu malah acuh padanya. Menyebalkan-kesal Meika.   "kenapa kau jadi berubah? tadi saj-…"   "karena kau keatap sekolah tanpa seijinku" potong Jay dengan sedikit membentak Meika.   "jadi aku-...."   "pergilah, sebelum aku melakukan sesuatu padamu" mendengar nada bicara Jay yang dingin membuat Meika tak bisa berbuat apa-apa dan ia memilih pergi dari sana meninggalkan Siska yang masih diam menatap kelima lelaki itu.   "hanya karena itu kau mengusirnya, ia hanya bertanya padamu Jay sialan" maki Siska kesal.   "kau sudah tahu kan jadi pergilah" balas Jay masih tetap sama. Dan dengan itu Siska pergi dari sana tanpa membalas perkataan Jay. Begitu bodohnya Meika bisa tergoda dengan seorang Jay Luwis yang jelas-jelas tak menampakkan ketertarikannya pada Meika. Siska kemudian memcari Meika yang tadi berlari meninggalkannya. Siska takut jika terjadi sesuatu pada gadis itu nantinya.   ❇   Sampai jam pulang sekolah Siska masih mencari Meika yang tidak tahu keberadaannya sejak kejadian tadi. Siska mulai cemas sekarang ia tak tahu harus mencari Meika dimana lagi.   "kau belum pulang kak?" tanya Reza.   "aku mencari Meika yang hilang sejak tadi" jawab Siska mulai sedikit menangis. Reza yang melihat itu mulai menarik tubuh Siska kepelukannya, menenangkan Siska agar ia berhenti menangis. Diam-diam Reza mengetik sesuatu diponselnya dan mengirimkannya pada Jay. Setelah dirasa Siska mulai tenang, Reza melepaskan pelukannya dan menatap Siska dengan lamat. Siska yang ditatap seperti itu sedikit merasa gugup, jujur saja saat Reza memeluknya tadi ia merasa sedikit nyaman.   "sudah tenang kak?" tanya Reza yang hanya diangguki oleh Siska.   "baiklah aku antar kau pulang kak" kata Reza.   "tapi Meika..."   "tak usah pikirkan dia kak, aku sudah menyuruh kak Jay mencarinya" potong Reza.   "tapi Ja-…."   "tenang saja kak…..aku lebih paham soal kak Jay dari pada siapapun" potong Reza (lagi).   Siska yang awalnya ragu mulai merasa sedikit lega dengan perkataan Reza dan ia menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Reza tadi. Akhirnya mereka berdua pulang bersama dengan Reza yang mengantar Siska ke rumah gadis itu.   ❇   Minhyuk berlari keluar sekolah setelah memdengar usiran dari Jay tadi. Ia fikir Jay tidak akan bersifat seperti itu lagi padanya karena mereka sudah mulai dekat, tapi nyatanya Jay masih bersifat sama padanya. Itulah hal yang membuat Meika berlari sambil menangis. Apa aku lupa memberitahu kalian kalau Meika itu mulai memiliki rasa pada Jay? Ya begitulah, entah sejak kapan ia menyukai Jay yang jelas sekarang perasaan itu ada dalam hatinya. Entah dari ciuman waktu itu atau sebelum itu terjadi akupun tak tahu-hanya Meika yang tahu. Meika berlari tanpa tahu arah kemana ia pergi, tanpa sadar ia sudah berada ditaman kota. Ia mulai berjalan pelan memasuki area taman yang sedikit ramai oleh remaja yang sedang berjalan-jalan dengan teman-temannya bahkan ada juga yang bersama pasangannya. Hal itu sedikit membuat Meika sedih, mereka berjalan sambil berpegangan tangan dan bercanda gurau bahkan tertawa bersama. Meika berjalan dengan lesu menuju bangku kosong ditengah taman yang didepannya terdapat air mancur. Ia duduk disana sambil mengusap air matanya kasar.   ❇   Jay pov Aku terbangun dari tidurku dan langsung mengecek jam pukul 14.30, ah ternyata kelas sudah selesai satu jam yang lalu. Aku mulai bangkit dan berniat mengambil tasku didalam kelas, ya! aku membolos lagi karena malas dengan pelajaran setelah istirahat tadi. Sampainya di kelas aku mulai masuk dan berjalan kearah bangkuku, kelas begitu sepi bahkan sekolah-pun sudah sangat sepi. Setelah mengambil tasku, aku berbalik ingin keluar kelas, tapi tunggu! aku melihat ada tas yang masih bertengger manis dimeja belajar.   "itu kan tas milik Meika, kenapa masih disitu?.......kemana dia?....apa dia belum pulang?.....tak mungkin ia belum pulang, lagi pula sekolah sudah sangat sepi sekarang" itulah pertanyaan yang bertengger(?) diotakku saat ini tentangnya. Aku berjalan memuju bangkunya dan memilih merapikan buku yang masih ada dimeja dan memasukkannya kedalam tas gadis manis itu. Kemudian aku mulai berjalan lagi meninggalkan kelas dengan membawa tas biru miliknya.   "huh kemana sebenarnya dia? sungguh ini merepotkanku" keluhku pada diri sendiri sambil mengedarkan mata untuk mencari keberadaannya.   Sampainya diparkiran aku tersadar kalau aku belum mengecek ponselku sama sekali, aku langsung mengambilnya didalam saku celanaku dan mengeceknya benar dugaanku ada sepuluh panggilan tak terjawab dan dua pesan belum terbaca. Aku langsung membuka pesan itu yang ternyata salah satunya dari Reza.   Reza kak, Meika menghilang, aku berharap kakak mencarinya karena Siska sangat khawatir padanya! Ia juga tak mengangkat telfon dari Siska sama sekali….cari dia karena itu salahmu kak   Apa katanya aku disuruh mencari gadis bodoh itu! malas sekali lebih baik aku pulang dari pada mencari gadis itu yang takku ketahui keberadaannya. Keputusan yang baik Jay luwis lebih baik kau pulang dan tidur dikasur milikmu. Aku mulai mengendarai motorku dengan kecepatan sedang menuju rumahku. Wonho pov end   Jay benar-benar pulang ke rumahnya dan langsung merebahkan tubuhnya dikasur king size miliknya tanpa berganti pakaian. Ia mulai mencoba memejamkan matanya, tapi ia tak bisa tidur sama sekali.   "hah……ada apa denganku? aku hanya ingin tidur" monolognya sambil menjambak surai hitamnya. Ia mulai lagi memejamkan mata, tapi tetap saja ia membuka matanya lagi. Ia mulai frustasi dan bangkit dari tempat tidurnya, mengambil kunci motor dan pergi meninggalkan rumahnya. Entahlah ia akan pergi kemana, ia tak tahu. Ia hanya mengendarai motornya mengikuti kata hatinya. Hingga sampailah ia ditaman kota. Ia memarkirkan motornya dan mulai berjalan menyusuri taman. Entahlah kenapa ia menuju kemari-ia tak tahu. Ia hanya mengikuti kata hatinya saja. Saat sedang asyik berjalan menikmati suasana taman, ia melihat seorang gadis berbalut seragam yang sama dengannya dengan rambut terurai panjang, yang sangat ia kenal duduk sendiri sambil menatap kedepan. Jay-pun menghampiri gadis tersebut.   "disini kau rupanya!..." kata Jay mengagetkan gadis itu, membuatnya berbalik dan menatap Jay terkejut dengan membelalakkan matanya lucu membuat Jay sedikit merasa gemas padanya.   "…..kau tahu Siska sangat khawatir padamu Mei" tambahnya.   "biarkan saja, aku tak peduli" balas Meika cuek.   "apa kau bilang? Tak peduli! Dia temanmu gadis bodoh" jawab Jay menahan diri agar tak membentak Meika.   "aku tahu tapi..k-KAU..." balas Meika mulai menundukkan kepalanya.   "aku.." tunjuk Jay pada dirinya sendiri "..memangnya aku kenapa?" lanjutnya.   "kau tak mengerti, kau bodoh tuan Jay Luwis"   "YAK KAU..."   "kau membentakku" potong Meika.   "oh jadi benar kau marah karena aku membentakmu dan kau pergi keluar sekolah karena kejadian saat istirahat tadi?"   "bukan urusanmu" jawab Meika yang langsung membalikkan badannya berniat pergi dari sana, percuma saja berdebat dengan Jay disini bahkan tak sedikit orang yang melihat mereka. Tapi, sebelum Meika benar-benar pergi.   "Yak aku belum selesai denganmu-YAK!” teriak Jay karena Meika mulai berjalan meninggalkannya setelah melepas pegangan tangan Jay ditangannya. Jay yang merasa kesal itupun bergegas mengejar Meika dan berhasil, ia langsung menarik tangan Meika dan menariknya.   "YAK! Lepaskan aku" berontak Meika.   "bisa tidak kau diam?" bentak Jay sambil menatap mata Meika tajam membuat Meika terdiam seketika dan menundukkan kepalanya, takut.   "m-maaf aku tadi tak bermaksud begitu padamu..." kata Jay yang masih memegang tangan Meika dengan sedikit gagap saat mengatakan kata ‘maaf’ tadi "..aku memang tak suka jika ada orang yang pergi keatap tanpa seizinku, ma-mafkan aku" tambahnya dengan masih tergagap.   "lalu kau seenaknya membentakku, begitu!.." kata Meika "..kau fikir kau siapa berani membentakku bahkan orang tuaku saja tak pernah membentakku tuan Jay" tambahnya.   "aish kau ini, aku minta maaf telah membentakmu mengerti!" kata Jay mulai frustasi.   "tak mau"   "yak kau, baiklah kau ingin apa?" Mendengar tawaran itu membuat mata Meika berbinar cerah dan tersenyum sampai giginya terlihat, membuat Jay menjadi gemas padanya.   "es cream" jawab Meika sambil menaik turunkan alisnya.   "baiklah, ayo" ajak Jay sambil menarik tangan Meika dan menghapus jejak air mata diwajah gadis itu. Membuat Meika sedikit merona oleh kelakuan Jay barusan. tbc.....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN