75.Menguak Rahasia Besar

1118 Kata

“Apa masudmu?” Maria menatap William lagi. “Seperti yang kau dengar,” balas William tak peduli. “Bagaimana kau tahu? Lalu kenapa kau diam selama ini?” tanya Maria dengan nada tinggi. Napasnya tampak sesak, dia berguncang. Tapi William tetap tenang walau tatapannya tajam menusuk. “Kau ingin aku jujur atau berbohong?” tanya William. “Ah, tidak. Akus udah berbohong selama ini, lima tahun, sepuluh tahun, atau mungkin seumur hidup? Tapinya nyatanya, aku akan mengatakannya dengan jujur padamu,” terangnya kemudian. Apa yang akan William katakan? Apa maksudnya itu? “Benar. Aku tahu, sejak awal, bahwa itu bukanlah anakku,” kata William. Maria semakin tak percaya, sesak melandanya membuat dia seolah kehabisan napas. Tapi William tak peduli, itu adalah sesuatu yang harus di tanggung oleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN