21

3528 Kata

WISNU Demi Tuhan, gue enggak marah atau kecewa karena penolakan Keyfa. Gue emang marah, kecewa, prihatin sama diri gue sendiri. Dulu gue enggak pernah ngemis seperti tadi sama semua perempuan. Gue anggap kedekatan gue dengan mereka cuma karena iseng. Tapi sekarang, saat tujuan gue fokus pada satu perempuan, perjuangannya lebih sulit dari yang gue bayangkan. Gue menghindari dia sejenak, buat menenangkan pikiran gue yang kacau. Dan sebelum gue balik dari kafe tadi pun, nyokap telepon. Tensi bokap naik lagi gara-gara ada perhitungan keuangan yang keliru di bagian divisi akuntansi. Bokap yang harusnya merasa lega karena kedua putranya sudah menikah, malah marah-marah terus setiap hari. Semua karyawan kena imbasnya. Bokap terlalu banyak pikiran, karena dia yakin ada yang sengaja menggelapkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN