Akhir pekan terakhir di musim gugur, beberapa pohon tampak sudah meranggas, menyisakan batang-batang kering untuk menyambut musim dingin. Taman di dekat rumah dipenuhi anak-anak yang sedang bermain dedaunan yang di tumpuk di pojok-pojok taman. Mereka terlihat sangat gembira. Aaric terlihat sedang terduduk di salah satu bangku taman yang terbuat dari kayu. Ia sedang membaca buku. “Halo, bukankah Anda penghuni rumah di ujung jalan itu?” tiba-tiba dari arah kanan ada yang menyapa Aaric. Lantas Aaric menoleh dan menutup buku yang dibacanya. Tampak seorang gadis dengan rambut panjang pirang bermata biru laut berdiri di hadapannya. Aaric sejenak mengingat-ingat gadis itu. Bukankah dia gadis yang sama, yang kehilangan kucingnya beberapa waktu lalu. “Hai,” Aaric bergeser ke arah kanan, memberi

