Christina keluar kamar, belum sempat menutup pintu kamarnya, ia melihat sesuatu berwarna kemerahan merembes dari sela-sela pintu ruang kerja Elli, yang jaraknya tidak terlalu jauh. Christina menatap cairan kemerahan yang merembes dari bawah sela pintu itu keluar begitu saja. Dengan pandangan nanar Christina terus menatap cairan aneh itu sambil menutup mulutnya. Ia tak punya ide untuk mengidentifikasi apa yang dilihatnya. Mau berteriak pun rasanya tiba-tiba tenggorokannya seperti kehabisan suara. Christina lantas pergi ke kamar ibunya, tanpa perlu mengetuk Christina sudah bisa melihat kamar yang kosong, karena pintunya terbuka. Pikirannya semakin kalut, sudah pasti Elli ada di ruang kerja. Christina mulai berpikir yang tidak-tidak, ia tak berani sendirian membuka pintu ruang kerja Elli. Ap

