Christina menyeret kopernya menuju garasi kemudian memasukkan semua barangnya ke dalam bagasi. Saat hendak membuka pintu depan mobil, Elli menahannya. “Pikirkan lagi,” ucapnya. “Tolong singkirkan tanganmu, Mutti!” respon Christina. “Kau tidak bisa pergi seperti ini, Christy,” ucap Elli masih berusaha menahan kepergian anaknya. “Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau, maafkan aku, Mutti,” jawab Christina. Sambil menyingkirkan dengan paksa tangan Elli dari gagang pintu mobil. Christina masuk ke dalam mobilnya, kemudian menyalakan mesin, dan melesat ke luar dari pekarangan rumah. Elli tak kuat menahan tangis, hingga tubuhnya tersungkur ke lantai, tangisnya tak kunjung berhenti malah semakin menjadi. Bagaiman bisa Christina melakukan ini padanya, padahal ia sudah babak belur berjuang u

