Menyerang Wrystle

1198 Kata

Kabut dalam kepala dan pandangan Zam memudar perlahan. Kini ia kembali ke dalam ruangan di belakang patung yang disembah hantu kabut di dalam pohon tempat tinggal mereka. Rasa hampa mengisi dalam hatinya. Air matanya tanpa sadar menetes di pipi. Detak jantungnya yang berdegup tidak terasa menenangkan dan malah sebaliknya. Terasa begitu menyakitkan. Kini ia berharap ia tidak pernah mengingat lagi kejadian beberapa tahun yang lalu. Sayangnya, Wrystle tidak mengijinkan hal itu. Setiap orang harus dihantui rasa takut sebelum ia bunuh. Wrystle suka mendengar mereka mengiba dan memohon. Tapi saat itu Zian tidka melakukannya. Tatapannya begitu teguh melawan dirinya. Maka dari itu, Wrystle ingin menghancurkan mental Zam. Jika tidak bisa menghancurkan ayahnya, ia harus berhasil menghancur Zam.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN