Zam kewalahan dengan tipu daya Wrystle. Ia merasa bukan sedang mengahadapi manusia. Melainkan sesosok monster yang memiliki banyak nyawa. Mengerikan. Hanya satu kata itu yang bisa digambarkan Zam mengenai Wrystle. “Sepertinya kau kelelahan, Zam. Apa kau butuh minum?” hina Wrystle. Nada mencemooh dari suaranya tidak disembunyikan sama sekali. Zam semakin geram dengan tingkah sombong Wrystle. Zam menatap satu per satu kembaran Wrystle di depannya. Matanya menyipit. Ia harus menemukan satu sosok yang asli agar ia bisa membunuhnya. Sosok itu tentu ada di antara ketujuh kembaran Wrystle. Wrystle yang bisa membaca pikiran Sam pun tertawa keras. Kepalanya tertengadah ke belakang. Seoalh pemandangn di depannya adalah sebuah komedi yang paling lucu yang ia dengar. “Ikuti saja kemauanmu, Anak M

