Negeri yang Sama

1337 Kata

Zam duduk di atas lantai yang dingin dengan wajah sembab dan rambut berantakan. Beberapa saat yang lalu matahari baru saja terbit. Tapi cahayanya tidak bisa menembus dalam gelapnya hati Zam saat ini. Pikiran dan perasaannya kacau balau. Ia tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah. Yang diucapkan ayahnya di masa lalu seperti sebuah kebohongan. Dan yang disampaikan oleh Wrsytle terasa seperti kalimat fiktif juga. Zam mengusap kasar wajahnya. Lalu kepalanya menoleh menatap jendela kamarnya yang belum terbuka sejak tadi. Suara langkah berderap mendekat ke arah kamarnya. Semula terdengar pelan lalu lama kelaman semakin keras. Hingga akhirnya pintu kamarnya digedor dengan gerakan memburu disertai teriakan namanya. “Zam! Zam! Kau di sana? Jawab aku jka kau masih hidup?” Suara Sezza

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN