sebelas

1204 Kata
Usai pulang sekolah aku di Angga ke gudang, aku tidak pernah menaruh rasa curiga sedikitpun atas ajakannya... Aku pikir Angga akan membicara hal penting padaku karena mengajakku ke gudang sekolah, karena sebagian siswa belum pulang... Aku sangat terkejut saat aku akan memasuki gudang karena pintunya terbuka sedikit, tiba tiba aku di pegang dua orang siswa yang muncul secara tiba tiba dari belakangku, sama sekali aku tidak mengenalnya, karena tidak satu kelas denganku... Aku dipaksa masuk oleh mereka karena aku dipegangi dengan kuat... Aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku? Sesaat kemudian... Aku diikat dan didudukan disebuah kursi, tentu saja aku tidak bisa berbuat apa apa, bahkan Angga tak bisa berkutik terlebih untuk menolongku karena diancam. Aku hanya bisa pasrah... Ternyata didalam gudang ada beberapa siswa dan mereka berpasangan... Ku lihat Riko malah asik berciuman dengan Raya bahkan ada tiga cewek lainnya, mungkin pasangan dari dua siswa laki laki yang tadi menangkap ku karena tatapan para cewek cewek tadi begitu mesra menatapnya. Mulutku dibiarkan bebas, hanya saja aku terikat dikursi tak bisa melepaskan diri karena ikatan mereka begitu kuat... Untungnya tadi aku sudah sholat dzuhur di Mushola sekolah karena aku tau pulangnya sampai jam setengah tiga terlebih kini aku sedang terikat didalam gudang. Apa yang mereka inginkan dariku? "Sayang, permainannya kita lanjutkan nanti ya,,," ucap Riko mesra pada Raya yang tersenyum m***m serta meremas dadanya yang terbalut seragam putih. "Iya sayang. Bereskan tugas mu. Aku sudah muak dengan gembel miskin itu!" decihnya mencibir kearahku yang sedang terikat. Aku hanya bisa diam saja atas hinaannya serta pasrah menerima perlakuan mereka. "Heh, Lo mau disini atau cabut?" seru Riko pada Angga yang sedari tadi cuma diam dengan menundukkan kepala. Angga hanya diam saja tanpa menjawab, mungkin bimbang. Rasanya, tak mungkin aku meminta tolong pada Angga karena dia sendiri dalam ancaman. "Aku pergi" putusnya karena memang tak ada pilihan lain. Angga pergi tanpa melihatku yang meminta pertolongannya, tapi percuma saja aku meminta tolong karena Angga anggota mereka. Jika menolongku konsekuensinya akan fatal buatnya. "Kenapa, Lo mau minta tolong sama Angga? Jangan mimpi Lo. Nasib Lo ada ditangan gue!" sentak Riko tersenyum sinis setelah kepergian Angga, menatapku tajam dan bengis karena matanya terlihat merah penuh emosi. Sebagian seragamnya terbuka menampilkan dadanya yang bidang. Dibalik celana ada yang menegang karena Raya selalu menggoda, merayunya serta menciuminya dengan mesra karena sedari tadi Raya ada didekatnya Riko, kelihatan sekali kalau Riko sedang Sange dibuatnya. Entah apa yang terjadi, hal itu tidak terjadi didepanku kalau keduanya nge-s*x didepanku?. Mikir apa aku?. Bisa bisanya aku ingin melihat adegan mesra mereka didepanku. Pasti sangat menjijikan, karena pakaian Raya sebagian tersingkap sehingga buah dadanya yang ranum terlihat sebagian, menggoda setiap mata lelaki yang memandangnya. "Kenapa kamu begitu benci padaku Riko. Apa salahku padamu? Selama ini aku tidak pernah mengganggu hidup-" "Justru itu Bening. Gue benci sama Lo!" sahutnya cepat dengan tatapan bengis. "Apa karena aku miskin?" "Itu Lo sadar! Gue benci orang miskin kayak Lo, terlebih Lo pinter, itu yang bikin gue tambah benci ama Lo. Gue akan nyiksa Lo sampai Lo benar benar gak betah dan keluar dari sekolah ini. Lo gak pantas sekolah disini!" bentaknya s***s dengan mata melotot kearahku membuatku lemas seketika. "Kau jahat Riko. Lepaskan aku,,," seruku tertahan karena hanya itu yang bisa ku lakukan. Sambil berusaha melepaskan ikatanku yang kuat sekalipun itu sia sia saja. "Gue nggak peduli!" sentaknya, membuatku terdiam karena tidak ada yang bisa ku lakukan lagi. "Ayo sayang, kita lakukan aku ingin liat gimana mukanya kalau liat orang s*x didepannya, ha ha ha,,," cibirnya penuh ejekan kearahku. Mengajak b******a Raya pacarnya didepanku. "Iya sayang, aku sudah nggak tahan ingin merasakan keperkasaanmu. Ouhhh,,," desah Raya tertahan bahkan sambil menyingkapkan rok panjangnya, hingga terekspos paha mulusnya. Sungguh menjijikan kelakuan mereka karena akan b******a didepanku, aku tidak bisa berbuat apa apa, rasanya memejamkan mata percuma pasti aku mendengar ucapan mereka. Yang lainnya sudah menyingkir entah kemana, bersembunyi ataupun pergi, ataupun mereka ingin b******a seperti bos mereka yang nggak benar ini, karena gudang ini sangat luas. Celana abu abu Riko dilorotkan serta dibuang sembarangan sambil tersenyum marah kearahku, lalu tersenyum mesra kearah Raya lalu keduanya berciuman. 'Ya Alloh, tolonglah aku' bisikku dalam batin. Aku harus melihat adegan orang dewasa padahal mereka belum syah menikah dan masih sekolah.... Nampak k****l Riko yang cukup lumayan menyembul dibalik cd-nya, lalu dengan tidak sabaran dilepaskan cd-nya serta dilemparkan kearahku tepat dimukaku, aromanya bikin perutku mual, hal itu membuat Riko tertawa penuh kemenangan. Karena didepanku ada meja ukuran sedang agak panjang. Raya sudah ngangkang minta disetubuhi oleh Riko. Sepertinya mereka sudah gila serta sering melakukannya... "Ayo sayang,,, cepat,,, tusuk aku,,, achhh,,,!" desisnya bagai gadis binal yang haus sentuhan k****l laki laki. "Iya sayang, sebentar,,, ha ha,,," tawa Riko menggema. Kini mendekat kearah Raya. "Bentar sayang, aku mau pipis dulu dimuka gembel ini" matanya menatapku sinis, kini menghadap kearahku dengan kontolnya yang semi tegang, sepertinya tidak disunat. Dia mulai aksinya dan kencing dimukaku, membuatku tak bisa berbuat apa apa hingga wajahku penuh air kencingnya serta pakaianku basah kuyup dan bau. Setelah puas melampiaskan aksinya kini mendekat kearah Raya yang sudah bersiap serta paha dilebarkan. Riko memegang kontolnya yang mulai tegang melihat Raya sudah pasrah. Di arahkan kontolnya ke milik Raya yang merona, perlahan k****l Riko melesak tanpa halangan diiringi jeritan kenikmatan dari Raya. "Akhhh,,,, ahhhhhh,,,, ahhhhh,,, hemmmhhhhh,,," "Oughhhh,,, yeahhhh,,,!" Desah Riko kesetanan, bahkan menghentak dengan kuat. Bukan Raya kesakitan malah menjerit keenakan. Kebrutalan Riko membuat gadis binal Raya malah keenakan. Mereka seperti orang gila berpacu dalam b****i dan gairah anak muda yang brutal. Aku melihat semuanya, mereka b******a dengan berbagai gaya... Lenguhan, rintihan berkali kali keluar dari mulut keduanya yang tengah asik nge-s*x. Bahkan tubuh keduanya berpeluh banyak, terlihat mereka begitu menikmatinya, berkali kali keduanya mencapai puncak kenikmatan, hingga keduanya terkapar tak berdaya dengan nafas ngos ngosan. Selang beberapa lama mereka meninggalkan ku seorang diri digudang dengan bau yang campur aduk. Aku hanya sedih dan menangis saja karena sebelum pergi mulutku telah disumpal kain oleh Riko. Aku berusaha untuk melepaskan diri, namun jika pun aku bisa lolos, tak mungkin aku bisa keluar dari sini karena gudang ini pasti dikunci dari luar hanya nyala lampu lima watt saja yang menyala hingga keadaan menjadi temaram. 'Bagaimana ini? Ya Alloh, tolonglah aku' bisikku dalam hati, hanya bisa pasrah dengan keadaanku yang terikat. Setelah aku berusaha berulang kali untuk melepaskan dari ikatan ini, akhirnya aku bisa lepas, dan hanya lampu penerangan lima watt yang redup menerangiku. Ku cari kardus bekas untuk ku jadikan alas serta merebahkan diriku. Tak mungkin aku sholat dalam keadaan penuh najis begini. Alloh pasti tahu keadaanku... Entahlah ini apa mimpi? "Riko, Raya,,, kalian salah orang! Karena aku akan membalas semua yang kalian lakukan lebih menyakitkan!" geramku penuh dendam dalam hati, masih terisak dengan kemalangan ku. Untung uangku masih ada disaku, tadi siang cuma habis dua puluh ribu buat makan dikantin sama Angga... Aku tau Angga pasti tidak berani lapor kepada orang tuaku maupun orang tuanya, karena tau resiko yang harus diterimanya.... Lebih baik aku aku istirahat saja, tapi percuma aku istirahat, aku pasti tidak bisa tidur dengan keadaanku yang seperti ini... Lebih baik aku melakukan satu hal... Aku tersenyum, picik? Awas kau, Riko, Raya! Tunggu pembalasanku,,,??? #bersambung... Km 23 september 2021 Nb; gimana ceritaku sampai disini. Pasti kalian menanti nanti kelanjutannya kan. Jangan lupa like/votenya ya... Makasih!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN