The Element

1294 Kata
Aku mulai mempersiapkan penjelasan sebaik-baiknya, ketika Ruben menuntutku untuk menjabarkan penemuan tentang keempat companionsku, yang baru saja terjadi sehari sebelumnya. Kami berkumpul di kamarku dan sembari menikmati hidangan makan malam, aku mulai bertutur. “Awalnya Ed yang menunjukkan tentang tattoo yang berbentuk mirip dengan arah mata angin di kompas, kemudian menyusul Flint dan terakhir Reese. Tidak berhenti di situ, kami juga dikejutkan dengan pengakuan Leane yang ternyata memiliki tattoo yang sama dengan Reese." Aku meminta keempatnya menunjukkan lokasi tattoo tersebut. Dan Wolf hampir tersedak ketika semua yang kuucapkan adalah benar. Ruben mengangguk dan masih sabar mendengarkan hingga tuntas. “Masing-masing memiliki huruf yang berarti arah mata angin, kami masih belum mengerti arti companions tersebut. Kami butuh kalian untuk membantu menjelaskan,” lanjutku. “Satu lagi, aku menemui Wilson hari ini. Dia terlihat dengan gamblang sebagai pengikut Osirus. Matanya sekilas berkilat dan berubah menjadi hijau tadi. Aku sudah berusaha mempengaruhi dirinya, Entah apa hasilnya nanti,” pungkasku. Ruben menoleh pada Hugo dan Ron kemudian Albert. Wolf terakhir dan mengangkat tangan. “Jangan tanya pendapatku, bagiku membiarkan Bennet terjebak di sini adalah tidak bijak. Apalagi setelah dia mendapatkan companionsnya,” tanggap Wolf dengan tegas. “Al?” tanya Ruben. Albert menghela napas dengan berat. “Aku dan Hugo, mungkin punya pemikiran yang sama. Pentagram adalah satu-satunya keturunan Bennet yang masih bebas dan menjadi pewaris terakhir yang sah. Cedric tidak mungkin menjadi penerus. Jadi, aku memilih untuk memastikan dia aman, selamat dan sejahtera,” ungkap Albert. Hugo menepuk pundak Albert dan tersenyum senang. “Ron?” kini giliran Ruben bertanya pada sang alkemis. “Menurutku, memberi Bennet kebebasan memilih adalah yang paling tepat. Dia sudah cukup siap membuat keputusan sendiri,” jawab Ron sambil mengedipkan mata padaku. Sejenak sahut menyahut, pro dan kontra terjadi antara guruku. Mereka saling mengungkapkan pikiran dan pendapat masing-masing. Aku dan keempat temanku memilih menikmati perdebatan seru mereka sembari makan malam. Diskusi mereka berlangsung selama hampir satu jam. Hingga akhirnya, Ruben menyudahi dan semua mencapai kata sepakat. “Bennet, inilah keputusan bulat kami!” seru Ruben mulai menyampaikan keputusan mereka. “Berhubung sudah ada companions yang kini lengkap menemani perjalananmu, maka semua keputusan selanjutnya ada di tanganmu beserta dengan segala nasehat dari keempat sahabatmu." Ruben menarik sebongkah kaki kalkun. “Keputusan ada di tangan kami?” tanya Reese. Ruben mengangguk. Wolf terlihat gembira karena akhirnya pendapatnya mendapat dukungan. “Aku belum tahu fungsi companions sesungguhnya,” timpalku dengan cepat. “Companions hadir sebagai teman dalam perjalananmu nanti selama menempuh petualangan menuju takdirmu. Companions memang memiliki symbol empat arah mata angin utama, itu berarti mereka juga menjadi pelindungmu dari berbagai sudut. Secara otomatis akan memiliki kekuatan untuk menghadapi pertempuran kalian nanti." Ron yang mengambil bagian menjelaskan fungsi dari keempat companionsku. “Apa kekuatan mereka, Ron?” tanyaku makin semangat untuk mengetahui. “Akan kujelaskan satu persatu, tapi aku perlu mengetahui siapa pemilik symbol sesuai mata angin masing-masing,” jawab Ron. “Ed adalah Barat, Flint Utara, Leane Timur, dan Reese Selatan," sahutku yang mampu mengingat dengan jelas. “Baik. Kita mulai dari Selatan. Suzaku The Goddes of Fire, merupakan binatang dewa berbentuk burung api, mirip dengan kepercayaan Phoenix dari barat. Suzaku memiliki warna bulu oranye kemerahan di mana warna tersebut berhubungan dengan api. Dalam bahasa Cina disebut Zhu Que, dan dalam bahasa Korea disebut Jujak. Suzaku merupakan binatang dewa yang elegan dan mulia dalam hal penampilan dan perilaku, serta selektif dengan apa yang ia makan juga tempat bertenggernya. Suzaku adalah hewan penjaga mata angin selatan dan mengontrol elemen api. Planet yang berhubungan dengan Suzaku adalah Mars. Suzaku melambangkan kemauan dan merupakan simbol dari kesetiaan. Reese, kekuatanmu adalah mengontrol elemen api.” Keterangan dari Ron membuat Reese terhenyak. “Cocok dengan sifat pemarahmu, Reese!” goda Flint dan disambut tawa oleh Ed dan Leane. “Aku akan bakar rambut kalian jika macam-macam!” ancam Reese dengan kesal. “Tenang-tenang, aku belum selesai,” seru Ron. Semua terdiam dan kembali mendengarkan. “Selanjutnya, Timur. Seiryu dilambangkan dengan naga biru atau Azure Dragon, dalam bahasa Cina disebut Qing Longdan dalam bahasa Korea disebut Chung Ryong. Seiryu menjaga arah mata angin timur dan mengontrol elemen air. Planet yang b*************************g dewa ini adalah Jupiter. Musim yang melambangkan Seiryu adalah musim semi dan warna yang mencirikan dirinya adalah biru dan hijau. Seiryu melambangkan sifat kemewahan dan kewenangan, bisa juga diartikan sebagai kekuatan yang tak ada tandingannya. Untuk menghormati Seiryu, di kuil Kiyouzumi yang terdapat di Kyoto mengadakan upacara untuk menyembah Seiryu, Naga dari timur. Leane, unsurmu adalah air.” Gadis oriental itu menundukkan kepala dalam-dalam penuh santun dan kesopanan. Sangat berbeda dengan kami. Reese jadi terlihat segan. “Utara, ini cocok dengan dirimu Flint. Genbu adalah hewan dewa penjaga mata angin utara dan dilambangkan dengan kura-kura hitam yang memiliki ekor ular. Dalam bahasa Cina disebut Xuan Wudan dalam bahasa Korea disebut Hyunmoo. Genbu mengontrol elemen tanah, mencerminkan musim salju dan planet yang berhubungan dengannya adalah Merkurius. Warna yang melambangkan Genbu adalah hitam. Selain itu Genbu melambangkan stabilitas, hidup panjang, kepintaran dan kesucian. Elemen yang kamu kuasai adalah tanah.” Flint terlihat bangga dan senang. “Terakhir. Barat. Elemet terkuat dan paling tangguh. Wujud dari binatang dewa yang menjaga mata angin barat ini adalah harimau putih dan berhubungan dengan planet Venus. Di Cina ia disebut Xi Fang Bai Hu dan korea disebut Baekho. Byakko mengontrol elemen angin dan melambangkan musim gugur, warna putih, dan para tentara yang berperang untuk negaranya. Byakko dikenal kekuatan dan keberaniannya. Edmund, di pundakmu nanti, akan terpikul beban untuk selalu menyatukan ketiga temanmu yang lain dan engkau akan menjadi pelindung utama Bennet juga pemimpin keempat companions,” pungkas Ron dengan lembut. Ed tersenyum ceria. “Seharusnya, companions akan terbentuk seiring dengan munculnya tattoo pentagram yang telah sempurna terukir di d**a Bennet. Tapi rupanya ada keanehan yang terjadi. Lambang kalian muncul sebelum Bennet sempurna menjadi pentagram,” timpal Albert dengan cepat. “Apa maksud dari kejanggalan ini?” tanyaku. “Entahlah, Bennet. Masih ada penolakan dalam dirimu yang menurutku belum siap untuk menjadi yang terpilih. Aku bisa menebak dari sikap dan perilaku kamu yang sedikit mengingkari,” sahut Hugo yang juga dokter pribadiku. Dia yang paling mengenalku dengan baik. Dulu, hampir seluruh waktuku bersama dengan dia. “Apakah betul, Bennet?” tanya Albert. Aku mengangguk dengan ragu. “Kenapa?” tanya Leane turut memberikan suaranya yang terdengar lembut mendayu. Aku menyukai aksen asingnya yang unik. “Sulit menjejalkan semua kenyataan dalam benakku. Aku hidup dengan semua hal yang bisa diukur dengan logika. Tiba-tiba semua berubah dengan cepat dan aku harus mengejar ketertinggalan tersebut,” balasku. Leane menatapku dengan mata redup. “Thema jauh lebih sulit menerima kenyataan. Orang tuanya dibunuh karena ingin melindungi dirinya dari kejaran bangsa Mesir. Setelah itu, dia juga terkurung tanpa kemewahan, tinggal di bawah tanah tanpa matahari selama sepuluh tahun. Dalai Lama menyelamatkan dirinya, tapi semua kesusahan telah membuat Thema menjadi pribadi yang pahit.” Semua hening saat Leane menceritakan kisah Thema, pentagram wanita yang kini menungguku datang untuknya. “Lalu kenapa Ms. Anna pernah mengatakan padaku, untuk menyelamatkan Thema?” tanyaku yang masih belum menemukan kejelasan simpang siur berita. “Thema harus bertemu denganmu. Untuk alasan apa, aku juga tidak pernah tahu. Hanya Dalai Lama dan dia saja yang mengetahui jawaban sesungguhnya.” Aku tidak puas dengan jawaban Leane. “Uncle Cedric memintaku tetap tinggal di Les Chester hingga waktu yang tepat. Sementara kalian tidak bisa memberi keputusan dan menyerahkan semua pada kami. Apakah kalian yakin, kami yang masih muda dan ceroboh ini tidak akan berbuat kesalahan?” tanyaku ragu dan tidak memiliki keberanian melangkah. “Mungkin banyak keputusan konyol dan tidak matang yang akan kalian ambil. Namun takdir dan nasib akan menuntun kalian dengan sendirinya. Yakinlah, Bennet. Ini hanya tinggal menunggu keyakinanmu saja,” tegas Ruben dengan cepat. Aku terdiam dan menimbang. Semua mata menatapku dan aku makin tidak menentu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN