Kami mengunjungi Rudy di toko Milly. Aku menyampaikan salam dari Cedric dan Rudy terlihat berkaca-kaca saat aku menyerahkan surat darinya.
“Jadi dia baik-baik saja?” tanya Rudy. Kami mengangguk. Rudy tampak lega.
“Rudy, ada yang aku ingin tanyakan,” ucapku.
Rudy mempersilahkan kami untuk menuju kantor di belakang. Sembari membuat teh untuk kami, Rudy memintaku mulai mengajukan pertanyaan.
“John Wester. Sejauh mana kamu mengetahui tentang dia?” tanyaku. Rudy meletakkan nampan berisi lima cangkir teh yang berbau harum melati.
“John Wester adalah salah seorang anak angkat yang Wallace, buyutmu-ayah Rupert-kakek buyutmu juga, yang menerima beasiswa penuh bersekolah hingga selesai. Karirnya juga semakin menanjak ketika mulai bekerja di Les Chester. Sekolah itu, yang membuat berkembang adalah dirinya. Kenapa kamu ingin tahu tentang John Wester?” tanya Rudy heran.
Aku menceritakan dengan singkat apa yang telah kudengar beserta dengan sindiran yang sering kuterima. Rudy tampak termangu.
“Aneh …,” desis Rudy.
“Kenapa aneh? Sudah jelas bukan? Dia ingin menyingkirkan aku dari Les Chester supaya dia bisa berbuat sesuka hati memasukkan pagan Fratrem dan mungkin Osirus, yang kini masih menjadi misteri karena dicurigai ada penyusup, ke sekolah Les Chester,” tuduhku tentang John Wester.
“Wester memang selalu sinis dan ketus. Tapi dia tidak mungkin mengkhianati keluargamu. Sumpahnya untuk mengabdi pada keluarga Bennet terikat dalam perjanjian darah, Pentagram,” tukas Rudy terlihat sangat yakin. Kami semua terhenyak.
“Wester mengikat sumpah perjanjian darah?” seru Ed. Rudy mengangguk.
“Tapi itu hanya dilakukan antar penyihir, Oh tidak ….” Ed mendadak pucat.
“Jangan bilang kalo Wester adalah penyihir!” serunya kemudian. Rudy mengangguk.
“Wester tidak mungkin akan kuat menjalankan Les Chester tanpa bekal kekuatan. Sorcerer tepatnya. Wester adalah Sorcerer terkuat yang ada saat ini. Jika dia manusia biasa, kalian pikir bagaimana dia melindungi diri dan juga sekolah dari serangan Osirus yang jelas-jelas tahu bahwa dia salah dewan pagan Fratrem yang berada di Inggris?” sanggah Rudy sekaligus memaparkan.
“Be-berarti dia juga tahu jika Ed penyihir dan aku melakukan jumper malam itu?” tanyaku lagi.
“Pasti dia tahu, Wester bahkan terkadang bisa menebak masa depan,” sahut Rudy.
“s**l!” rutukku.
“Pentagram, Kenapa kamu terlihat tidak menyukai Wester?” tanya Rudy kembali.
“Pertama, dia memaksa aku untuk menerima tanggung jawab menjadi pemimpin Fratrem, hingga berdebat hebat pada hari aku menginjakkan kaki di Les Chester. Kedua, aku mendengar dia akan menyingkirkan diriku karena sangat merepotkan, ketiga dia tidak henti-hentinya menyindirku sebagai anak orang kaya yang berotak tumpul dan manja. Dia sangat tidak menyukai aku!” seruku tidak habis pikir kenapa Rudy sangat membela Wester.
“Tunggu dulu, Penta! Jangan emosi. Kamu tidak tahu fakta yang lain!” tukas Rudy.
“Fakta apa?” sambar Reese.
“Wester adalah ayah baptis ibumu, Esther. Wester adalah manusia yang menolong kakek dan nenekmu- George dan Mary-, walau terlambat, dari serangan Osirus! Dan Wester juga yang menghapus file Cedric demi menghilangkan jejak untuk penyelidikan kepolisian. Satu lagi, Wester adalah manusia yang ikut memilih kelima gurumu dan mengirim mereka ke kepulauan Faroe! Aku tidak melihat Wester sebagai musuh, dia menjadi salah satu penyelamat terselubungmu!” pekik Rudy tidak terima jika aku membenci Wester. Aku terpana. Itukah andil Wester dalam hidupku?
***
Saatnya kembali ke sekolah. Sangat jelas terlihat bahwa banyak sekali anak murid yang tidak kembali lagi setelah libur musim panas. Kekhawatiran kami menjadi nyata. Sekitar hampir dua puluh anak tidak terdengar kabar beritanya. Saat kami menikmati makan malam di ruang makan, Principal John Wester mengumumkan tanpa menyembunyikan fakta sedikit pun.
“Mengingat kondisi Eropa saat ini sedang kritis, akan banyak anak-anak yang akhirnya dipaksa oleh orang tua meninggalkan sekolah, dan mengikuti wajib militer demi mendapatkan uang. Ekonomi sangat buruk, semua mengalami krisis keuangan dan banyak keluarga yang bangkrut. Tidak terkecuali para bangsawan. Mereka mulai memangkas kebutuhan rumah mereka, dan banyak pelayan yang tidak lagi memiliki pekerjaan.
Bagi kalian yang masih beruntung kembali ke sekolah, hargai waktu kalian sebaik mungkin, belajar dengan tekun, karena tidak akan ada lagi kesempatan yang lebih baik dari menjalani kehidupan yang normal sebagai remaja!” pungkasnya. Aku melihat Hugo dan Ruben juga Wolf. Tapi Ron dan Albert tidak ada. Terakhir kali aku melihat Ron adalah sebulan lalu.
Aku merindukan canda dan tawanya. Ron adalah guruku yang periang dan tidak pernah terlihat serius. Sebagai guru fisika dan juga kimia, Ron juga alkemis handal. Tapi kecerdasannya tidak pernah membuatnya menjadi mahkluk serius, dia lebih cocok menjadi komedian.
“Aku masih mengingat dengan jelas keterangan dari Rudy. Tapi kenapa aku tidak melihat semua itu darinya?” keluhku setengah berbisik. Ed menghela napas. Sementara Flint tampak berpikir keras.
“Tahan dirimu, Bennet,” ucap Reese dengan gemas. Aku meliriknya dengan kesal.
Kembali aku menyantap makan malam.
“Kalian pernah ada yang mengikuti kelas Hensey? Tracy Hensey? Guru Fisika yang sempat digantikan oleh Mr. Baker?” tanya Flint tiba-tiba, tanpa menolehkan kepalanya. Ed mencoba mendongakkan kepala, tapi Flint menarik dengan kasar hingga Ed mengaduh.
“Jangan langsung menoleh, Ed! Dia sedang mengamati kita sedari tadi!” bentak Flint kesal. Ed tampak kikuk dan serba salah.
“Sorry,” sesalnya.
“Kenapa dengan dia? Ya, aku mengikuti beberapa kali dan dia memberiku nilai B padahal aku mendapat nilai tertinggi di kelas,” jawabku dengan jengkel.
“Aku curiga jika dia adalah pagan Osirus yang menyelundup,” bisik Flint lirih.
“Tapi dia sudah sangat lama, Flint. Menjadi tenaga pengajar kita,” tukas Reese tidak setuju.
“Ya, dulu dia tidak sepemarah sekarang. Tapi lihat saja kalo kamu mengikuti kelasnya, perhatikan jika kamu memang teliti,” cetus Flint. Reese tampak cemberut karena dia tidak pernah menyadari hal tersebut.
“Seseorang bisa berbelok menjadi agen ganda karena kondisi ekonomi yang memburuk,” gumamku.
“Mungkin ini saatnya kamu mulai ikut campur dalam pengelolaan sekolah Bennet. Naikkan gaji para guru sehingga kesejahteraan mereka tidak akan goyah dan membuat mereka berkhianat,” saran Ed.
“Tidak semudah itu,” ucapku. Aku ingat jika Albert melarangku untuk terlibat, cukup Cedric yang memonitor dan aku harus menghormati hal tersebut.
“Memangnya Bennet sudah cukup umur untuk menentang orang dewasa?” cibir Reese.
“Aku akan bicara dengan Hugo sebagai konsultan keluargaku,” cetusku kemudian.
“Hensey masih melihat ke arah kita. Ed bisakah kamu melihat apa yang dia pikirkan?” tanyaku. Ed menggelengkan kepala.
“Sihir tidak mempan di Les Chester. Tadinya kupikir ini tempat keramat, sebelum aku tau jika Wester yang membuat pelindung karena dia juga seorang penyihir,” keluh Ed.
“Tapi kamu bisa bertelepati denganku?” sanggahku. Ed menunjuk pada kalung dengan liontin permata hijau.
“Kalung yang kuberikan padamu medianya. Itu sudah kuberi mantra supaya aku selalu terhubung denganku setiap saat,” jawabnya.
“Bagaimana saat aku melakukan jumper?” tanyaku kembali.
“Itu karena kamu …,” Ed terdiam dan tersenyum.
“Hanya kamu yang bisa melakukan sihir karena kamu kebal terhadap segala macam perlindungan, Bennet. Kekuatanmu terlalu besar dan Wester tidak mampu menyentuhmu,” ujar Ed dengan wajah gembira. Aku melongo. Reese dan Flint memberi isyarat untuk memulai.
Aku berkonsentrasi penuh dan membayangkan wajah Tracy Hensey. Perlahan aku mendengar suaranya bergaung dalam kepalaku.
‘Jika dia mulai menunjukkan kekuatan, maka matilah Osirus. Apa kelemahan anak itu? Kenapa Wester sangat melindungi dia? Apakah anak itu secerdas Esther ibunya? Kumpulan anak-anak kurang ajar yang menjadi teman-temannya juga bahaya, aku harus berhati-hati. Terutama yang berambut cokelat, anak Larry itu memiliki pengamatan yang tajam. Sudah beberapa kali memergoki diriku.’
Aku mengulang kembali semua ucapan Tracy pada Ed dan sahabatku mulai menuliskan di lembar serbet makan.
“s**l! Dia menandaiku! Ayo kita bahas di kamar,” ajak Flint begitu melihat tulisan tersebut.